PEKANBARU - Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, H Fathullah SH mengaku prihatin atas kondisi ekonomi yang dialami masyarakat Pekanbaru saat ini.
Dimana, laporan dari masyarakat yang diterima Fathullah, kondisi transaksi jual beli di Kota Pekanbaru saat ini sangat lesu.
"Kondisi perekonomian masyarakat Pekanbaru saat ini sangat lesu. Bahkan laporan yang kita terima dari pedagang, transaksi jual boleh dikatakan hancur," ungkap Fathullah, Selasa (13/1/2026).
Menurut Fathullah ada banyak faktor yang diperkirakan menjadi penyebab lesunya ekonomi masyarakat, diantarnya terkait APBD 2026 yang tak kunjung disahkan, kemudian disusul anjloknya harga jual hasil perkebunan masyarakat.
"Penyebabnya APBD 2026 belum disahkan karena uang yang ada tidak berjalan di tingkat pegawai," sebutnya.
"Harga jual hasil perkebunan masyarakat seperti sawit yang saat ini berada dibawah level juga menjadi penyebab turunnya daya beli," sambungnya.
Menurut Politisi Demokrat ini, kondisi tersebut akan menjadi beban berat buat masyarakat untuk tahun 2026 ini mengingat akan ada banyak momen besar yang dihadapi, mulai dari bulan suci Ramadan pada Februari nanti, lebaran Idul Fitri hingga musim masuk sekolah yang diperkirakan pada Juli 2026 mendatang.
"Kebutuhan dasar masyarakat saya kira menjadi skala prioritas, termasuk persiapan masuk sekolah dan kebutuhan lainnya. Tentunya jika kondisi ekonomi tidak segera pulih tentu akan menjadi beban buat masyarakat," ujarnya.
Fathullah berharap ada solusi dan alternatif yang bisa ditawarkan oleh pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah kota Pekanbaru untuk berupaya menstabilkan ekonomi masyarakat.
"Untuk keuangan daerah kita akui saat ini tidak baik-baik saja. Jadi kita berharap pemerintah bersinergi bagaimana caranya kembali memulihkan kondisi keuangan. Gaji pegawai lancar dan perputaran ekonomi masyarakat kembali stabil," pungkasnya.