PEKANBARU - DPRD Riau resmi memulai rangkaian pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau tahun 2026.
Wakil Ketua DPRD Riau, Ahmad Tarmidzi bahwa KUA-PPAS Riau 2026 sudah mulai dibahas.
Proses pembahasan ini akan terus berlanjut hingga ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).
"Sudah mulai dibahas rancangan belanja, ini akan terus berlanjut nanti. Semoga dalam tiga atau empat hari lagi sudah tandatangan nota kesepakatan,"ujarnya Selasa (18/11/2025).
Dalam pembahasannya, Ahmad Tarmidzi mengaku tidak ada kendala. Hanya saja dirinya berharap agar pendapatan bisa optimal dan belanja juga sesuai dengan mandatory Pemerintah Pusat.
Menurutnya, dalam penyusunan APBD adanya penurunan pendapatan daerah akibat berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD). Ada sekitar Rp1,2 triliun lebih dana TKD yang dikurangi pemerintah pusat.
Sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh Menteri Keuangan, akibatnya rancangan pendapatan daerah yang sebelumnya berkisar Rp9,4 triliun turun mencapai Rp8,2 triliun.
Kisaran angka APBD Riau pada tahun 2026 sekitar Rp8,2 triliun. Jumlah ini jauh berkurang dari APBD Riau yang ditetapkan pada September lalu sekitar Rp9,4 triliun.
"Berkurangnya TKD dari pusat, dari angka Rp9,4 triliun turun menjadi Rp8,2 triliun. Jadi harus di efisienkan lagi terkait dengan pendapatan dan belanja daerah," jelasnya.