PEKANBARU - Sebuah video berdurasi 28 detik yang viral di media sosial memantik polemik di tengah masyarakat Kota Pekanbaru.
Video tersebut diduga menampilkan aktivitas pesta waria atau LGBT di salah satu tempat hiburan malam (THM) di ibukota Provinsi Riau.
Beredarnya rekaman singkat itu menuai keresahan publik karena dinilai tidak sejalan dengan norma sosial dan nilai budaya Melayu yang selama ini dijunjung tinggi di Riau.
Isu ini pun mendapat perhatian serius dari wakil rakyat di DPRD Provinsi Riau.
Anggota DPRD Riau dari daerah pemilihan Pekanbaru, Ayat Cahyadi menyatakan keprihatinannya jika informasi dalam video tersebut terbukti benar.
Menurutnya, aktivitas yang diduga terjadi di THM itu bertolak belakang dengan karakter Pekanbaru sebagai kota Melayu yang religius.
“Sedih dan geram mendengar berita tersebut. Kok bisa dilakukan? Ini tidak pantas terjadi di Riau sebagai negeri Melayu yang kuat keislamannya,” ujar Ayat Cahyadi kepada halloriau.com, Sabtu (31/1/2026).
Ia menegaskan bahwa kejadian semacam ini juga tidak selaras dengan arah pembangunan Kota Pekanbaru yang telah dicanangkan pemerintah daerah.
“Ini jelas tidak sejalan dengan visi Wali Kota Pekanbaru yang ingin mewujudkan kota berbudaya, maju, dan sejahtera,” tambahnya.
Di sisi lain, Ayat Cahyadi mengapresiasi langkah cepat Pemko Pekanbaru bersama aparat kepolisian yang langsung merespons informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, tindakan cepat tersebut penting untuk menjaga ketertiban umum dan rasa aman di masyarakat.
“Saya mengapresiasi Pemko Pekanbaru dan pihak kepolisian yang bergerak cepat menindaklanjuti informasi ini dengan melakukan penyelidikan. Karena isu ini sudah meresahkan masyarakat melalui pemberitaan dan media sosial,” tegasnya.
Mantan Walikota Pekanbaru ini pun berharap aparat terkait dapat mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan, sekaligus memastikan seluruh tempat hiburan malam di Pekanbaru beroperasi sesuai aturan dan kearifan lokal yang berlaku.