PEKANBARU - Bantuan kepada kelompok tani tidak cukup hanya dengan menyediakan sarana produksi. Setelah mampu menanam, masyarakat juga perlu memastikan hasil panennya memiliki pasar.
Hal itu didorong anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi PAN, Fadel Variza, melalui dukungan kepada kelompok wanita tani Wanita Tangguh di Jalan Karya Bakti, RT 02/RW 12, Kelurahan Bambukuning, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.
Kelompok beranggotakan 20 orang tersebut mengembangkan selada hidroponik sebagai kegiatan produktif masyarakat.
“Jangan hanya kita bantu menanam. Setelah panen, harus ada yang membeli. Karena itu kita juga harus memikirkan pasarnya. Masyarakat menanam, menghasilkan, kemudian hasilnya memberikan nilai ekonomi,” kata Fadel.
Dorong Produksi Berkelanjutan
Ketua RT 02, Muhammad Syafi'i, mengapresiasi dukungan tersebut karena dinilai membantu perekonomian warga, khususnya kelompok wanita tani.
“Harapan saya, sesuai janjinya Pak Dewan, menyiapkan pasar hasil panen kelompok tani dan programnya berkelanjutan,” ujarnya.
Fadel mengatakan kepastian pasar menjadi bagian penting dalam pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kelompok didorong menjaga kualitas, mengatur pola produksi dan menyesuaikan jumlah tanam dengan kebutuhan pasar.
“Kita ingin ada kesinambungan. Ketika mereka menanam, kita pikirkan kebutuhan pasarnya. Kalau hasilnya terserap secara rutin, kelompok ini punya alasan untuk terus berproduksi,” katanya.
Menurut Fadel, kebutuhan pangan yang terus berjalan harus menjadi peluang bagi masyarakat untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen.
“Kalau produksinya ada, pasarnya ada, maka uangnya berputar di masyarakat. Ini yang kita inginkan,” ujarnya.
Dukung Ketahanan Pangan
Fadel menyebut pengembangan kelompok wanita tani tersebut sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui program berskala besar, tetapi juga melalui produksi masyarakat di tingkat lingkungan.
“Ketahanan pangan nasional harus dimulai dari banyak titik. Masyarakat juga harus mengambil bagian dengan berproduksi,” katanya.
Sebagai kader dan anggota DPRD Riau dari Fraksi PAN, Fadel menilai politik juga harus hadir dalam bentuk pemberdayaan yang membuat masyarakat semakin produktif dan mandiri.
“Politik jangan hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan suara. Politik juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan untuk menjadi produktif dan mandiri,” tegasnya.
Ia berharap kelompok Wanita Tangguh tidak berhenti sebagai penerima bantuan, tetapi berkembang menjadi kelompok produktif yang mampu menanam, panen, menjual hasil produksi, dan kembali berproduksi.
“Harapannya bukan sekadar hari ini mereka menerima bantuan. Kita ingin mereka menanam, panen, hasilnya terserap, kemudian menanam lagi. Kalau siklus itu berjalan, masyarakat mendapatkan manfaat ekonominya,” pungkas Fadel.
Dari selada hidroponik yang dikembangkan 20 perempuan di Tenayan Raya, Fadel mendorong satu siklus sederhana: masyarakat memproduksi, pasar menyerap, kebutuhan pangan terpenuhi, dan manfaat ekonomi kembali kepada masyarakat.(*)