www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
DPRD Riau Dorong Uang SPPD Fiktif Dikembalikan ke Kas Daerah
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


DPRD Riau Dorong Uang SPPD Fiktif Dikembalikan ke Kas Daerah
Rabu, 30 September 2026 - 11:30:02 WIB
Ilustrasi DPRD Riau harap uang pengembalian SPPD Fiktif yang disita Polda dikembalikan ke kas daerah (foto/int)
Ilustrasi DPRD Riau harap uang pengembalian SPPD Fiktif yang disita Polda dikembalikan ke kas daerah (foto/int)

PEKANBARU - Di tengah tekanan fiskal yang dihadapi Pemerintah Provinsi Riau, sejumlah anggota DPRD Riau berharap uang pengembalian terkait dugaan korupsi perjalanan dinas atau SPPD fiktif yang telah disita Polda Riau dapat dikembalikan sepenuhnya ke kas daerah.

Harapan tersebut disampaikan beberapa anggota DPRD Riau yang meminta identitasnya tidak disebutkan. Mereka menyatakan sikap tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum yang sedang ditangani Polda Riau selaku aparat penegak hukum.

Menurut mereka, apabila uang yang sebelumnya diterima sejumlah pegawai Sekretariat DPRD Riau telah dikembalikan, dana tersebut semestinya dapat kembali menjadi penerimaan daerah dan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan anggaran masyarakat.

"Kalau memang uang itu sudah dikembalikan, harapan kami bisa dikembalikan lagi ke kas daerah sehingga dapat membantu kebutuhan anggaran masyarakat," ujar salah seorang anggota DPRD.

Kasus dugaan korupsi SPPD fiktif di lingkungan Sekretariat DPRD Riau menjadi perhatian setelah hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyebut adanya kerugian negara yang mencapai sekitar Rp195 miliar.

Dalam proses penyidikan, Polda Riau sebelumnya meminta para pegawai yang menerima aliran dana SPPD fiktif untuk mengembalikan uang tersebut.

Puluhan pegawai kemudian mendatangi Mapolda Riau untuk menyerahkan uang pengembalian. Dalam proses tersebut, sebagian pegawai bahkan terlihat membawa uang tunai menggunakan ransel.

Meski pengembalian uang telah dilakukan oleh sejumlah pihak, perkara dugaan korupsi SPPD fiktif tersebut hingga kini belum memasuki tahap penetapan tersangka. Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak serta penelusuran aliran dana dalam perkara tersebut.

Anggota DPRD Riau yang menyampaikan harapan tersebut juga meminta agar proses hukum berjalan hingga memperoleh kepastian. Di sisi lain, mereka mengusulkan agar dana yang telah dikembalikan nantinya dapat dikembalikan ke kas daerah sesuai mekanisme hukum dan ketentuan pengelolaan keuangan daerah.

Menurut mereka, langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi tekanan terhadap kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Riau yang saat ini menghadapi keterbatasan anggaran.

Sumber: tribunpekanbaru


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi DPRD Riau harap uang pengembalian SPPD Fiktif yang disita Polda dikembalikan ke kas daerah (foto/int)DPRD Riau Dorong Uang SPPD Fiktif Dikembalikan ke Kas Daerah
Sebanyak 12 anak mendapat dukungan asupan gizi selama tiga bulan dengan pemantauan tumbuh kembang oleh Puskesmas dan kader posyandu.Dukung Tumbuh Kembang Anak, Program Intervensi Gizi Digelar di Kecamatan Sungai Sembilan
Ilustrasi hujan lebat dan petir mengintai sejumlah wilayah Riau (foto/int)BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Petir Mengintai Pekanbaru dan Sekitarnya
ilustrasi.Harga Solar Naik, Mobil Diesel Kini Lebih Sering Parkir di Garasi
Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni.APBD Perubahan Bengkalis 2026 Capai Rp3,578 Triliun, Ini Rincian Pendapatan dan Belanja
  Naik Rp214 miliar, APBD-Perubahan Pekanbaru 2026 disahkan (foto/ist)APBD-P Pekanbaru 2026 Disahkan Rp3,26 T, Jalan dan Baju Sekolah Gratis Jadi Prioritas
Ilustrasi harga emas Antam di Pekanbaru meroket (foto/int)Sempat Turun, Harga Emas Antam di Pekanbaru Kembali Naik Hari Ini
Ilustrasi asap dari provinsi tetangga mulai mengancam Provinsi Riau (foto/int)Riau Terancam Asap Kiriman, Hotspot Sumatra Capai 3.734 Titik
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.Kerugian Negara Diperkirakan Rp10 Triliun, Kejagung Belum Periksa Nanik S Deyang
Audensi perwakilan dosen ongoing dengan Wakil Menteri Kemendiktisaintek dan Kepala PPAPT beberapa waktu lalu. Mahasiswa program doktoral ini berharap beasiswa dari Kemendiktisaintek dapat direalisasikan karena bisa mengancam keberlanjtan studi para mahasiswa,Realisasi Anggaran Kemdiktisaintek Capai 68 Persen, Dosen S3 Ongoing Masih Tunggu Kepastian Pembiayaan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved