DUMAI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai di bawah komando Pri Wijeksono, MH, mencatatkan rapor hijau sepanjang tahun 2025.
Tidak hanya fokus pada penegakan hukum melalui penuntutan, instansi ini juga berhasil menyetorkan miliaran rupiah ke kas negara melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta pengembalian kerugian negara.
Kepala Kejari Dumai, Pri Wijeksono, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruhl jajaran dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan akuntabel.
"Kami berkomitmen mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat," tegasnya dalam keterangan resmi, Senin (22/12/2025).
Dijelaskannya Capaian kinerja selama 2025, Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai mencatatkan berbagai capaian kinerja signifikan dalam penegakan hukum, pelayanan publik, serta pengamanan pembangunan di Kota Dumai.
Melalui, Seksi Intelijen, Kejari Dumai melaksanakan operasi intelijen di bidang penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan. Kegiatan pengamanan dilakukan pada sidang tindak pidana umum, penyidikan dan penuntutan perkara tindak pidana korupsi, termasuk pengamanan penuntutan perkara korupsi Pembangunan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai.
Selain itu, dilakukan pula pengawasan penyebaran paham Ahmadiyah serta pemetaan aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di wilayah Kota Dumai.
Dalam upaya peningkatan kesadaran hukum masyarakat, Seksi Intelijen menyelenggarakan berbagai kegiatan Penerangan Hukum (Penkum), antara lain Pengamanan Pembangunan Strategis Daerah (PPSD) Pemerintah Kota Dumai Tahun 2025, penguatan program Jaga Desa/Kelurahan melalui pemanfaatan aplikasi berbasis teknologi informasi, Penkum di Universitas Dumai bertema "Generasi Cerdas, Aman Digital dan Bebas Judi Online", serta Penkum di Kecamatan Bukit Kapur guna mewujudkan masyarakat sadar hukum. Paparnya.
Selain itu, dilaksanakan pula Penyuluhan Hukum (Luhkum) melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di sejumlah SMP negeri di Kota Dumai, yakni SMPN 2, SMPN 6, SMPN 12, SMPN 13, SMPN 20, dan SMPN 23. Seksi Intelijen juga menggelar dua kegiatan Jaksa Menyapa dan Jaksa Menjawab.
Pengawalan dan pengamanan Proyek Strategis Daerah (PSD) turut menjadi fokus, antara lain pada pembangunan lanjutan Stadion Proprov, pembangunan GOR Mini Porprov, pembangunan tanggul Sungai Dumai Segmen 1, serta kegiatan ganti rugi tanah, bangunan, dan tanaman untuk pembangunan tanggul Sungai Dumai.
Sementara itu, melalui Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kejari Dumai menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kota Dumai serta menjalin kerja sama dengan sejumlah BUMD dan instansi, di antaranya PT Bank Riau Kepri Syariah, PT Pelabuhan Dumai Berseri, Perumdam Tirta Dumai Bersemai, dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai.
Seksi Datun juga melaksanakan sembilan kegiatan pertimbangan hukum dan pendampingan hukum (legal assistance), memberikan pendapat hukum terkait optimalisasi penagihan piutang pajak daerah, serta memberikan bantuan hukum litigasi dan non-litigasi. Sepanjang 2025, Seksi Datun mencatat pemulihan keuangan negara sebesar Rp613.392.565.
Di bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB), Kejari Dumai melaksanakan pengembalian barang bukti melalui program SIMENGERTI sebanyak 210 perkara, pemusnahan barang bukti dari 310 perkara, lelang terbuka sebanyak empat kali dengan nilai Rp453.385.614, serta penjualan langsung senilai Rp63.388.000. Total setoran ke kas negara dalam bentuk PNBP mencapai Rp600.014.614. Atas kinerjanya, Seksi PAPBB meraih sejumlah penghargaan dalam Seroja Award 2025 dari KPKNL.
Pada Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum), sepanjang 2025 Kejari Dumai menerima 500 SPDP, menangani 471 perkara pra-penuntutan, melaksanakan tahap II terhadap 454 perkara, serta mencatat 405 perkara telah diputus Pengadilan Negeri Dumai. Upaya hukum banding dilakukan pada 23 perkara dan kasasi pada 27 perkara.
Eksekusi putusan pengadilan dilaksanakan terhadap 449 perkara, serta penerapan Restorative Justice (RJ) sebanyak lima perkara. Atas capaian tersebut, Seksi Pidum meraih penghargaan Juara III pencapaian RJ terbanyak se-Wilayah Riau Tahun 2025.
Melalui Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Kejari Dumai menerima empat laporan pengaduan, tiga di antaranya ditingkatkan ke tahap penyelidikan. Seksi ini juga menyelesaikan tunggakan perkara tahun sebelumnya, melakukan penuntutan perkara korupsi Pembangunan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai Tahun Anggaran 2017, serta melaksanakan eksekusi putusan pengadilan.
Dari sisi pembinaan, Kejari Dumai didukung oleh 78 pegawai yang terdiri dari 18 jaksa dan 60 pegawai tata usaha, serta 17 PPNPN/pramubakti. Sepanjang 2025, Kejari Dumai menerima hibah barang dari Pemerintah Kota Dumai berupa pembangunan lift, sarana dan prasarana, serta bangunan dan peralatan mesin. Optimalisasi PNBP juga menunjukkan hasil positif, dengan target awal Rp622.900.000 terealisasi sebesar Rp953.741.470.
Terakhir , Kajari menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya menciptakan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berkinerja tinggi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, transparansi, serta pengawasan. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk senantiasa menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas demi terwujudnya penegakan hukum yang berkeadilan, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.