DUMAI - Kapolda Riau turun langsung ke Kota Dumai untuk memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan maksimal. Fokus utama pemantauan dilakukan di Kecamatan Dumai Timur yang masih menjadi salah satu titik rawan, Jumat (26/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi Rocky Gerung serta unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, dan relawan yang selama ini terlibat dalam proses pemadaman. Bahkan, keduanya sempat turun langsung ke lokasi titik api dan ikut dalam upaya pemadaman bersama tim gabungan.
Berdasarkan data terbaru, wilayah Dumai masih memiliki 11 titik panas dengan kategori sedang, terdiri dari 2 titik di Dumai Timur dan 9 titik di Medang Kampai. Total luas lahan terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 87,25 hektare.
Meski demikian, kondisi di lapangan mulai menunjukkan tren positif. Jumlah titik api yang sebelumnya mencapai puluhan kini berangsur menurun secara signifikan.
"Dari sebelumnya puluhan titik api, Alhamdulillah saat ini tinggal delapan titik yang terus kita tangani. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh unsur, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, Manggala Agni, MPA, relawan, hingga dukungan pihak swasta,” ujar Kapolda.
Kapolda menyampaikan bahwa kehadirannya di lokasi merupakan bentuk dukungan langsung terhadap upaya penanganan yang dilakukan lintas sektor. Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk peran Tumbuh Institute yang turut aktif dalam pendampingan di lapangan.
Penurunan jumlah titik api disebut sebagai hasil dari kolaborasi intensif berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, damkar, Manggala Agni, masyarakat peduli api, relawan, hingga dukungan sektor swasta.
Menurut Kapolda, kunci utama keberhasilan penanganan karhutla terletak pada kerja sama yang solid dan respons cepat terhadap kendala di lapangan. Ia menegaskan bahwa penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui gotong royong semua pihak.
Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengatasi hambatan, mulai dari penyediaan peralatan, dukungan water bombing, hingga langkah modifikasi cuaca yang telah dikoordinasikan.
Kapolda juga mengingatkan bahwa tantangan yang lebih besar masih menanti seiring mendekatnya puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun. Periode Juni hingga Agustus disebut akan menjadi fase krusial dalam pengendalian karhutla di Riau.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya menjaga sinergi dan kolaborasi seluruh pihak agar penanganan karhutla dapat terus berjalan optimal.