PEKANBARU - TPID Provinsi Riau melalui BUMD pangan, PT Riau Pangan Bertuah (RPB), melakukan kunjungan langsung ke sentra produksi pangan di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) guna memastikan ketersediaan pasokan sembako menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut arahan Plt Gubernur Riau agar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bekerja maksimal dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, Rabu (18/2/2026), menjelaskan bahwa pihaknya mengunjungi sentra produksi bawang merah di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, serta Neraca Huller penggilingan beras di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Menurutnya, kedua sentra tersebut merupakan mitra strategis BUMD Pangan Riau yang telah menjalin nota kesepahaman kerja sama antar daerah pada tahun 2025, yang difasilitasi oleh Bank Indonesia Provinsi Riau.
Dari hasil peninjauan di lapangan, bawang merah di Alahan Panjang saat ini tengah memasuki masa panen raya. Kondisi ini memastikan pasokan bawang merah untuk Provinsi Riau relatif cukup dan aman hingga Idulfitri.
Hal serupa juga ditemukan pada sentra penggilingan beras di Kabupaten Solok. Padi varietas Anak Daro sedang dalam masa panen raya dan diperkirakan proses panen masih berlangsung hingga menjelang Idulfitri. Dengan demikian, kebutuhan beras untuk Riau dinilai dalam kondisi aman.
“Kita berharap kerja sama ini dapat membantu menjaga stabilitas harga di Provinsi Riau,” ujar Ade.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, TPID Riau bersama PT Riau Pangan Bertuah juga terus menggencarkan operasi pasar murah sebagai langkah konkret menekan laju inflasi daerah, khususnya menjelang HBKN.
Hingga pertengahan Februari 2026, operasi pasar murah telah dilaksanakan sebanyak 28 kali di berbagai wilayah. Program ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan harga pangan tetap terkendali menjelang momentum hari besar keagamaan.