BATAM - Kota Batam ditetapkan sebagai daerah percontohan penerapan jaringan gas (jargas) rumah tangga nasional yang mulai dikerjakan pada tahun 2026.
Area Head PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Batam, Wendi Purwanto, menyampaikan bahwa pada tahap awal tahun ini pihaknya menargetkan pembangunan 10 ribu sambungan rumah tangga baru.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan buka puasa bersama media bertajuk “Energi untuk Melangkah Penuh Harapan” yang digelar PGN Area Batam di Ibis Hotel Batam, Jumat (27/2/2026).
Menurut Wendi, penetapan Batam sebagai pilot project dilakukan oleh Danantara sebagai bagian dari roadmap nasional pengembangan energi gas kota. PGN Batam sendiri telah melakukan pemetaan jaringan di ribuan kawasan perumahan guna mendukung target tersebut.
Ia menjelaskan, apabila target 10 ribu sambungan berhasil direalisasikan, program jargas di Batam diperkirakan mampu menekan beban subsidi energi pemerintah hingga sekitar Rp79 miliar setiap bulan.
Selain target jangka pendek, PGN juga menyiapkan pengembangan jargas skala besar dengan total 114 ribu sambungan rumah tangga baru yang direncanakan bertahap hingga 2030. Jaringan yang saat ini terpusat di tiga kecamatan akan diperluas ke sejumlah wilayah lain, termasuk Lubuk Baja, Sekupang, dan Seikang.
Wendi menegaskan program jaringan gas rumah tangga tidak akan menghapus LPG 3 kilogram dari masyarakat. Distribusi LPG bersubsidi justru akan difokuskan ke wilayah yang belum terjangkau jaringan gas.
Program jargas merupakan bagian dari kebijakan nasional sektor energi yang dijalankan PGN bersama pemerintah dan Pertamina untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus memperluas akses gas rumah tangga bagi masyarakat.