PEKANBARU – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau membuka layanan penukaran uang baru bagi masyarakat.
Program kas keliling terpadu ini dijadwalkan berlangsung pada 10–12 Maret 2026 di halaman kantor BI Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.
Langkah ini menjadi bagian dari agenda tahunan Bank Indonesia untuk memastikan masyarakat mendapatkan uang layak edar (ULE) atau uang baru yang biasa digunakan untuk kebutuhan tradisi berbagi saat Lebaran.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau, Panji Achmad mengatakan, penyediaan Uang Hasil Cetak Sempurna (UHCS) setiap Ramadan merupakan komitmen BI dalam menjaga kelancaran transaksi masyarakat.
“Untuk penukaran uang tahun ini, kami menyediakan jumlah yang cukup untuk bisa kita berikan kepada perbankan untuk masyarakat. Jumlah di Riau nanti akan disampaikan saat acara Serambi,” ucap Panji dalam kegiatan taklimat media, Kamis (5/3/2026).
Secara nasional, Bank Indonesia telah menyiapkan Rp186,5 triliun uang tunai layak edar guna memenuhi kebutuhan transaksi selama Ramadan hingga Idulfitri.
Angka tersebut meningkat sekitar Rp15 triliun dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk mobilitas mudik dan tradisi pemberian THR.
Ketersediaan uang tunai tersebut didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia melalui jaringan perbankan dan layanan kas keliling BI.
Deputi Kepala Perwakilan BI Riau, Sunarso menjelaskan, layanan penukaran uang tahun ini dirancang lebih luas agar masyarakat memiliki akses yang lebih merata.
“Kami ingin cakupan layanan lebih luas. Kami paham akan kebutuhan masyarakat di momen Lebaran dan Idulfitri ini, karena itu cakupan layanan diperluas dibanding tahun sebelumnya,” ujar Sunarso.
Selama tiga hari pelaksanaan kas keliling terpadu, BI menyiapkan sekitar 1.000 paket uang baru setiap hari untuk masyarakat yang ingin menukarkan uang.
Adapun batas maksimal penukaran per orang mencapai Rp5,3 juta dengan rincian pecahan sebagai berikut:
- Rp50.000 sebanyak 50 lembar.
- Rp20.000 sebanyak 50 lembar.
- Rp10.000 sebanyak 100 lembar.
- Rp5.000 sebanyak 100 lembar.
- Rp2.000 sebanyak 100 lembar.
- Rp1.000 sebanyak 100 lembar.
Menurut Sunarso, nilai paket penukaran tersebut meningkat sekitar Rp300 ribu dibandingkan tahun lalu, sebagai penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat saat tradisi berbagi uang Lebaran.
Selain layanan penukaran uang baru, kegiatan kas keliling terpadu BI Riau juga akan diisi dengan berbagai kegiatan kolaboratif.
Masyarakat yang datang ke lokasi tidak hanya dapat menukar uang, tetapi juga mengikuti pasar murah serta edukasi literasi keuangan.
Program edukasi tersebut mencakup, penggunaan QRIS untuk transaksi digital dan kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP).
Kemudian, informasi tentang Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus mendorong masyarakat memanfaatkan pembayaran non-tunai. Bahkan, tren berbagi THR digital melalui QRIS mulai diminati generasi muda.