PEKANBARU - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) tidak hanya melumpuhkan akses dan aktivitas masyarakat, tetapi juga menghentikan proses belajar mengajar di banyak sekolah.
Sebagai langkah cepat dalam situasi darurat, sebanyak 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengalihkan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang biasanya diperuntukkan bagi siswa, untuk membantu warga terdampak bencana.
Total 108.029 paket makanan berhasil disalurkan ke delapan kabupaten dan kota yang mengalami dampak paling parah, yaitu Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Solok, Bukittinggi, Pariaman, Kota Solok, dan Padang.
Langkah tersebut menjadi dukungan vital sebagai jaring pengaman sosial di tengah masa krisis.
Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang menerima distribusi terbanyak dengan total 22.000 paket makanan dari 18 SPPG aktif.
Sementara Kabupaten Solok dan Kota Bukittinggi melalui 11 SPPG menyalurkan 15.649 paket makanan bergizi.
Kabupaten Tanah Datar menyusul dengan 14.000 paket, Kota Solok 9.000 paket, Kota Pariaman 5.596 paket, dan Kabupaten Pasaman Barat 4.135 paket.
Kepala KPPG Pekanbaru, DR Syartiwidya membenarkan kebijakan pengalihan fokus distribusi tersebut seiring diliburkannya sekolah-sekolah terdampak bencana.
“Kami dari KPPG Pekanbaru turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah banjir dan longsor yang melanda saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan terkhusus Sumbar,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Meski beberapa SPPG mengalami kendala operasional, Widya menegaskan, program bantuan pangan tetap berjalan dengan mengutamakan distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim di lapangan, mulai dari proses produksi hingga pengantaran yang bekerja tanpa lelah demi memastikan bantuan ini sampai ke tangan yang membutuhkan,” tutupnya.