PEKANBARU - Kodam XIX/Tuanku Tambusai memastikan kesiapan penuh menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Tidak hanya menyiapkan ribuan personel, Kodam juga mengaktifkan sistem komando terintegrasi hingga level Koramil agar respons pemadaman bisa dilakukan lebih cepat sejak fase awal.
Sebanyak 5.750 personel dinyatakan siap operasi untuk mendukung upaya pencegahan, pemadaman dini, hingga penanganan lanjutan di lapangan.
Kapendam XIX/Tuanku Tambusai, Letkol MF Rangkuti menegaskan, kesiapan tersebut bukan langkah reaktif, melainkan bagian dari skema antisipatif yang sudah disusun secara menyeluruh oleh Kodam bersama jajaran kewilayahan.
“Kodam XIX/Tuanku Tambusai telah menyiapkan personel, peralatan, serta sistem komando dan pengendalian yang terintegrasi. Seluruh jajaran siap digerakkan sewaktu-waktu sesuai perkembangan situasi Karhutla di lapangan,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Letkol MF Rangkuti menjelaskan, ribuan personel tersebut disiagakan melalui pola komando kewilayahan berjenjang, mulai dari struktur Kodam, Korem, Kodim hingga Koramil.
Sistem ini memungkinkan pengerahan pasukan dan peralatan dilakukan sesuai tingkat eskalasi di lapangan.
Dengan pola tersebut, penanganan Karhutla dapat dilakukan lebih cepat terutama di wilayah yang selama ini dikenal rawan, termasuk kawasan gambut dan area sulit dijangkau.
Kodam XIX/Tuanku Tambusai juga menegaskan, penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Seluruh pengerahan personel akan dijalankan dengan konsep terpadu bersama lintas instansi.
Menurut Kapendam, koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, Polri, dan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan, terutama saat fase pemadaman dini yang menentukan meluas atau tidaknya kebakaran.
“Sinergi lintas instansi menjadi kunci agar penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, terutama pada fase pemadaman dini,” tegasnya.
Selain personel, Kodam XIX/Tuanku Tambusai juga menggelar peralatan pendukung yang ditempatkan di satuan-satuan Kodim untuk mempercepat respons awal.
Peralatan yang disiapkan antara lain, 24 unit mesin mini striker, 6 unit mesin pompa air Robin, 2 unit mesin pompa air Firman, 32 roll selang isap, 61 roll selang buang dan 26 buah nozel.
Kapendam menegaskan seluruh peralatan sudah berada dalam kondisi siap digunakan dan telah didistribusikan sesuai wilayah.
“Seluruh peralatan sudah didistribusikan ke satuan kewilayahan dan berada dalam kondisi siap pakai. Pengecekan dan pemeliharaan dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas respons di lapangan, terutama di wilayah rawan dan sulit dijangkau,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Letkol MF Rangkuti juga mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam pencegahan Karhutla.
Ia menekankan, pembakaran lahan masih menjadi salah satu pemicu terbesar kebakaran yang berulang setiap tahun.
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran.
“Kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat. Pencegahan adalah kunci utama. Dukungan insan pers juga sangat penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan menyejukkan,” pungkasnya.
Kodam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam penanganan Karhutla.
Langkah ini dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat, keamanan wilayah, dan kelestarian lingkungan hidup di Riau serta Kepulauan Riau.