PEKANBARU - Kepastian jadwal libur awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 untuk madrasah di Provinsi Riau masih belum bisa ditetapkan.
Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Riau menyatakan hingga kini belum menerima surat edaran resmi dari pemerintah pusat terkait aturan libur awal puasa.
Kepala Kanwil Kemenag Riau, Muliardi menegaskan, pihaknya masih menunggu instruksi tertulis sebelum menetapkan jadwal libur yang berlaku untuk madrasah di bawah naungan Kemenag.
“Kami masih menunggu edaran dari pemerintah pusat terkait libur madrasah awal Ramadan,” ujar Muliardi, Rabu (4/2/2026).
Muliardi menjelaskan, berdasarkan perkiraan kalender hijriah, awal Ramadan 1447 H kemungkinan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 mendatang, namun tanggal tersebut belum final.
Pasalnya, penetapan resmi awal Ramadan 1447 Hijriah tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pemerintah.
“Kalau awal Ramadan 1447 Hijriah, nanti kita tunggu hasil sidang isbat,” jelasnya.
Meski belum ada surat edaran, Kanwil Kemenag Riau mulai melakukan perhitungan berdasarkan pola libur yang biasa diterapkan.
Salah satu kemungkinan yang mengemuka adalah libur awal puasa selama empat hari.
“Kalau kita lihat libur itu, Jumat hingga Selasa, empat hari,” paparnya.
Namun, Muliardi kembali menegaskan bahwa itu baru sebatas kemungkinan. Keputusan final tetap menunggu arahan pusat.
Muliardi juga mengingatkan, kalender akademik madrasah memiliki pembagian minggu efektif dan tidak efektif, sehingga penyesuaian jadwal bisa dipengaruhi momentum hari besar nasional.
Ia mencontohkan momen Imlek yang waktunya berdekatan dengan perkiraan awal Ramadan.
“Kita lihat Imlek hari Selasa kan, dekat dengan awal puasa,” pungkasnya.