PEKANBARU - KPK tak hanya mendalami kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang menjerat Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid. Lembaga antirasuah itu juga disebut tengah mengusut perkara lain di dinas yang sama.
Itu diungkapkan Tenaga Ahli (TA) sekaligus orang kepercayaan Abdul Wahid, Tata Maulana, usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau, Rabu (11/2/2026).
“Jadi ada dua kasus, tidak hanya yang menyangkut sebelumnya (Wahid),” ujar Tata.
Ia mengaku tidak mengetahui secara rinci pokok perkara kedua yang sedang didalami. Namun menurutnya, penyidik KPK menggali keterangan secara detail, termasuk terkait persoalan gaji dan hal-hal lain yang berkaitan.
“Ada kasus lain juga, yang sedang didalami KPK,” katanya singkat.
Pada hari yang sama, KPK memeriksa sedikitnya 16 saksi sejak pagi hingga sore hari. Pemeriksaan dilakukan di Kantor BPKP Riau.
Sejumlah nama pejabat penting turut dimintai keterangan, di antaranya Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto, Sekretaris Daerah Riau Syahrial Abdi, serta Plt Kepala Dinas PUPR Pemprov Riau Thomas Larfo.
Selain itu, turut diperiksa Ajudan Gubernur Marjani, Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto, Plt Kepala Bappeda Riau Purnama Irawansyah, Sekretaris Dinas PUPR Ferry Yunanda, serta sejumlah kepala UPT di lingkungan Dinas PUPR dan PUPR PKPP Riau.
Beberapa pihak swasta juga ikut diperiksa, termasuk Tata Maulana sendiri dan Fauzan Kurniawan.
Pemeriksaan maraton terhadap belasan saksi tersebut mengindikasikan KPK tengah memperluas pendalaman perkara di Dinas PU Riau. Hingga kini, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait detail kasus kedua yang disebut-sebut sedang diusut.