PELALAWAN - Seorang anak laki-laki berusia enam tahun bernama Lutfi meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Equator, Desa Tanjung Kuyo, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (22/4/2026) sore.
Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa sekitar pukul 23.10 WIB setelah operasi pencarian intensif selama lebih dari enam jam oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa tragis ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak di area perairan, terutama saat debit sungai meningkat akibat curah hujan tinggi.
Insiden bermula ketika korban berenang bersama sembilan temannya sekitar pukul 17.00 WIB di Sungai Equator.
Dalam keterangan kepolisian, Lutfi sempat terlihat naik ke atas jembatan sebelum melompat ke sungai.
Kasi Humas Polres Pelalawan, AKP Thomas Bernandes Siahaan, menjelaskan detik-detik korban hilang.
“Setelah loncat dari jembatan, korban tidak timbul lagi ke permukaan. Sejak itulah ia hilang dan tenggelam,” ujarnya.
Teman-teman korban yang panik segera meminta bantuan warga setempat. Aparat desa kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pangkalan Lesung dan BPBD Pelalawan untuk dilakukan pencarian.
Proses pencarian melibatkan BPBD Pelalawan, Damkar, personel kepolisian, Basarnas Pekanbaru, serta masyarakat setempat. Tim menyisir sungai menggunakan peralatan lengkap hingga larut malam.
Kepala BPBD Pelalawan, Zulfan, mengungkapkan lokasi penemuan korban.
“Korban ditemukan sekitar 10 sampai 15 meter dari titik awal tenggelam,” katanya.
Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi ke darat dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Jenazah korban dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga,” tambah AKP Thomas.
BPBD menegaskan, tragedi ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak di sungai.
“Ini menjadi pelajaran bagi seluruh orang tua agar melarang anak-anak bermain di sungai. Mengingat curah hujan tinggi, debit air pasti naik,” tegas Zulfan.
Kondisi sungai yang tampak tenang seringkali menyimpan arus bawah yang berbahaya, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki kemampuan berenang memadai.