INHIL - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob. Ancaman genangan masih bisa terjadi, terutama jika pasang laut tinggi disertai curah hujan di wilayah hulu sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Inhil R Arliansyah melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ari Surya, menjelaskan bahwa berdasarkan data pasang surut, ketinggian air laut pada malam hari mencapai sekitar 4,3 meter.
Dalam kondisi normal, ketinggian tersebut jarang menimbulkan genangan di permukiman warga. Namun, hujan di daerah hulu sungai menjadi faktor yang perlu diantisipasi.
“Kalau sesuai tabel pasang surut, sore ini diperkirakan tidak terjadi genangan lagi. Tapi itu belum bisa dipastikan karena adanya curah hujan di hulu sungai,” ujar Ari, Kamis (9/1/2026).
Selama tiga hari terakhir, petugas BPBD terus bersiaga dan melakukan penanganan genangan air di sejumlah titik. Pada dua malam sebelumnya, petugas bahkan bekerja hingga dini hari membantu penyedotan air menggunakan mesin di berbagai lokasi, mulai dari fasilitas pemerintah, fasilitas umum, perbankan, rumah sakit, hingga rumah warga yang membutuhkan bantuan. Upaya tersebut juga dilanjutkan pada pagi harinya di beberapa kantor dan kawasan permukiman.
“Pada malam sebelumnya, petugas juga membantu penyedotan air di rumah Wakil Ketua DPRD Indragiri Hilir,” tambahnya.
Ari menyebutkan, wilayah yang paling terdampak banjir rob umumnya berada di kecamatan pesisir seperti Guntung, Keritang, Concong, Pulau Burung, Reteh, Tanah Merah, dan Tembilahan.
Pada puncak genangan terdalam beberapa hari lalu, ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter dari permukaan jalan. Sejumlah fasilitas penting, termasuk rumah sakit dan rumah dinas bupati, turut terdampak.
Meski demikian, banjir rob yang terjadi dinilai masih bersifat sementara dan belum sampai mengganggu aktivitas ekonomi maupun distribusi bahan pangan. Oleh karena itu, kondisi tersebut belum ditetapkan sebagai bencana dengan dampak besar.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi pasang surut dan peringatan cuaca ekstrem melalui aplikasi resmi maupun BMKG. Warga juga diminta mengamankan barang-barang berharga serta peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi.
“Orang tua kami minta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain di area genangan air. Selain itu, masyarakat diharapkan menjaga kebersihan lingkungan untuk meminimalkan risiko banjir,” ujarnya.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi sejak Desember hingga akhir Januari mendatang.