PEKANBARU - Atmosfer pemilihan Ketua Umum KONI Riau periode 2026–2030 mulai terasa. Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) resmi merampungkan seluruh pedoman, mekanisme, serta jadwal pendaftaran bakal calon yang akan bertarung memperebutkan kursi pimpinan tertinggi olahraga di Provinsi Riau.
Aktivitas mulai terlihat di Sekretariat TPP yang berada di Kantor KONI Riau, Jalan Gajah Mada, Pekanbaru. Di lokasi ini, bakal calon dapat mengambil langsung berkas pendaftaran. Selain itu, TPP juga menyediakan kemudahan dengan membuka akses pengunduhan berkas melalui situs resmi KONI Riau di www.koniriau.org.
Ketua TPP Pemilihan Ketua Umum KONI Riau, Khairul Fahmi, menyampaikan bahwa pendaftaran bakal calon dibuka selama empat hari, mulai 30 Januari hingga 2 Februari 2026. Tahapan ini menjadi pintu awal bagi tokoh-tokoh olahraga yang ingin berkontribusi memajukan prestasi Riau lima tahun ke depan.
“Seluruh tahapan sudah kami susun secara rinci, mulai dari pengambilan berkas, pendaftaran, hingga pengembalian. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga proses yang transparan, objektif, dan tertib,” ujar Khairul Fahmi, Rabu, 14 Januari 2026.
TPP memperbolehkan pengambilan berkas pendaftaran diwakilkan dengan surat kuasa. Namun, aturan tegas diterapkan saat pengembalian berkas. Bakal calon diwajibkan hadir secara langsung tanpa diwakili pihak lain. Menurut TPP, kehadiran pribadi menjadi indikator keseriusan dan komitmen calon dalam mengikuti seluruh proses.
Untuk penentuan nomor urut, TPP memastikan tidak ada keberpihakan. Nomor urut bakal calon akan ditetapkan melalui mekanisme pencabutan undian, bukan berdasarkan abjad maupun urutan pendaftaran.
Setelah tahap pengembalian berkas, proses akan dilanjutkan dengan verifikasi dan evaluasi administrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 10 Februari 2026. Waktu tersebut disiapkan agar setiap persyaratan dapat diperiksa secara cermat dan menyeluruh.
“Kalau berkas lengkap dan sesuai ketentuan, tentu bisa lebih cepat. Namun kami ingin memastikan semua calon benar-benar memenuhi syarat,” jelas Khairul dikutip dari MCRiau.
Hasil verifikasi selanjutnya akan dirangkum dalam laporan tertulis pada 11 Februari 2026 dan diserahkan kepada Ketua Umum KONI Riau selaku penanggung jawab Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov).
Musorprov KONI Riau dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 15 Februari 2026 dan menjadi puncak dari seluruh rangkaian proses pemilihan. Forum inilah yang akan menentukan sosok Ketua Umum KONI Riau periode 2026–2030.
“Musorprov kami jadwalkan sebelum Ramadan agar seluruh agenda berjalan optimal. Kami juga berharap dukungan media untuk menyosialisasikan setiap tahapan kepada masyarakat,” ujar Khairul Fahmi yang juga menjabat Wakil Ketua I KONI Riau.
TPP menegaskan proses ini terbuka bagi siapa saja yang memiliki rekam jejak di organisasi olahraga, integritas, serta komitmen kuat untuk memajukan prestasi olahraga di Bumi Lancang Kuning.
Kini, perhatian publik olahraga Riau tertuju pada tahapan awal penjaringan. Figur-figur yang muncul dan keputusan Musorprov nanti akan menjadi penentu arah pembinaan dan prestasi olahraga Riau dalam lima tahun mendatang.