PEKANBARU – Laga krusial akan tersaji di Stadion Kaharuddin Nasution saat PSPS Pekanbaru menjamu Garudayaksa FC pada putaran ketiga fase Championship Liga 2.
Pertandingan ini bukan sekadar duel perebutan poin, tetapi juga ujian konsistensi dan mental bagi kedua tim yang tengah memburu tiket promosi.
Bagi PSPS, laga kandang kali ini menjadi momentum penting setelah dua partai tandang berat di Aceh dan Banten berakhir imbang.
Dua poin yang dibawa pulang dinilai cukup positif, meski peluang meraih kemenangan sempat terbuka.
Pelatih PSPS, Aji Santoso menegaskan, timnya menunjukkan perkembangan signifikan.
“Kami sudah memperlihatkan peningkatan performa di dua laga terakhir. Anak-anak bermain disiplin dan konsisten. Sekarang fokus kami adalah memaksimalkan laga kandang,” ujarnya.
Ironisnya, laga kandang ini harus dijalani tanpa kehadiran suporter fanatik. PSPS menerima sanksi larangan menghadirkan penonton selama satu pertandingan akibat insiden pada laga melawan Adhyaksa akhir Januari 2026.
Situasi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi skuad berjuluk Askar Bertuah. Atmosfer Stadion Kaharuddin Nasution yang biasanya bergemuruh kini dipastikan hening. Namun, kondisi itu tak ingin dijadikan alasan.
“Kami harus tetap profesional. Siapa pun lawannya, dalam kondisi apa pun, target kami tetap tiga poin,” tegas Aji.
Di sisi lain, Garudayaksa FC datang dengan status pemuncak klasemen Grup A Championship. Meski tergolong tim baru yang berdiri sekitar setahun lalu, performa mereka melesat tajam.
Hingga pekan kedua putaran ketiga, Garudayaksa mengoleksi 37 poin, sejajar dengan Adhyaksa FC, namun unggul selisih gol.
Produktivitas mereka mencolok dengan 36 gol dan baru kebobolan 16 kali, menjadikan lini pertahanan mereka salah satu yang terbaik di fase ini.
Ambisi promosi ke Liga 1 musim depan menjadi motivasi utama. Konsistensi permainan, pertahanan solid, serta efektivitas lini depan menjadi kekuatan utama yang wajib diwaspadai PSPS.
Secara head to head, Garudayaksa masih lebih dominan. Dari dua pertemuan sebelumnya, mereka meraih satu kemenangan 1-0 di Pekanbaru dan satu hasil imbang 2-2 saat bermain di kandang sendiri.
Namun, situasi kini berbeda. PSPS mengalami perombakan signifikan di putaran ketiga, baik dari sisi komposisi pemain maupun pendekatan taktik.
Perubahan itu mulai terlihat saat mereka mampu memberi tekanan serius kepada Adhyaksa di laga terakhir.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat. Garudayaksa dengan pertahanan kokoh dan serangan efektif akan menguji kreativitas lini depan PSPS.
Sebaliknya, tuan rumah mengandalkan motivasi bermain di kandang serta tren performa yang membaik.
Tanpa dukungan langsung suporter, faktor kedisiplinan, ketenangan, dan eksekusi taktik menjadi kunci.
Laga ketiga putaran Championship ini bisa menjadi titik balik bagi PSPS dalam menjaga asa promosi, atau justru mempertegas dominasi Garudayaksa di puncak klasemen.