SINABOI - Komitmen mencetak lulusan siap kerja terus diperkuat SMK Al-Washliyah Sinaboi melalui pelaksanaan Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) mandiri yang diikuti puluhan siswa-siswi, Kamis (12/2/2026).
Ujian ini menjadi tolok ukur utama kemampuan praktik peserta didik sebelum terjun ke dunia industri.
Berbeda dari sekolah yang menggunakan skema Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), SMK Al-Washliyah Sinaboi memilih pola mandiri dengan fokus pada efektivitas pengujian keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja lokal dan nasional.
Kepala SMK Al-Washliyah Sinaboi, Azrul Arpan SE MM mengatakan, UKK tahun ini mencakup tiga kompetensi utama, yakni Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Sepeda Motor, dan Akuntansi.
“Ketiga kompetensi ini kami pilih karena relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. UKK bukan sekadar formalitas, tetapi alat ukur kesiapan siswa menghadapi industri,” ujar Azrul.
Ia menjelaskan, meski terdapat opsi UKK melalui LSP, pihak sekolah menilai pola mandiri lebih fleksibel dan tetap memenuhi standar penilaian kompetensi.
“Ada sekolah yang memakai pola LSP, namun untuk Sinaboi kami memilih pola mandiri agar lebih menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan siswa,” jelasnya.
Azrul menambahkan, siswa yang lulus UKK akan memperoleh sertifikat kompetensi hasil kerja sama dengan sejumlah perusahaan mitra. Sertifikat tersebut diharapkan memperkuat posisi lulusan saat melamar pekerjaan.
Jumlah peserta UKK tahun ini mencapai lebih dari 80 siswa, dengan Desain Komunikasi Visual menjadi jurusan paling diminati. Tren ini mencerminkan tingginya kebutuhan tenaga kreatif di era digital.
Menurut Azrul, kiprah alumni SMK Al-Washliyah Sinaboi juga menunjukkan hasil positif. Sejumlah lulusan telah bekerja di berbagai daerah, mulai dari Medan, Batam, hingga Kalimantan, dengan penghasilan yang kompetitif.
“Ada alumni kami yang penghasilannya mencapai Rp8 juta per bulan. Ini bukti bahwa lulusan SMK bisa bersaing jika dibekali kompetensi yang tepat,” ungkapnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tidak semua lulusan langsung memperoleh pekerjaan dengan gaji tinggi. Karena itu, UKK menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini.
“Tujuan utama UKK adalah memastikan siswa punya keahlian nyata yang bisa langsung diterapkan. Kami ingin lulusan Al-Washliyah siap bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi nasional bahkan internasional,” tegas Azrul.
Pelaksanaan UKK mandiri ini sekaligus menegaskan peran SMK Al-Washliyah Sinaboi sebagai lembaga pendidikan vokasi yang adaptif terhadap dinamika dunia kerja, serta konsisten mencetak generasi muda yang kompeten dan berdaya saing.