SINABOI – Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Kampung Aman, Kepenghuluan Sungai Bakau, Kecamatan Sinaboi, kini memasuki tahap akhir. Proyek yang menjadi program Kapolda Riau tersebut telah berjalan selama 13 hari dengan progres mencapai 90 persen.
Pada hari ke-13 ini, pengerjaan difokuskan pada pemasangan pagar besi serta pengecatan tembok pembatas jembatan. Aktivitas tersebut dilakukan secara intensif oleh tim satgas pembangunan yang terus bekerja di lapangan.
Kapolsek Sinaboi, Iptu Irwandy H. Turnip SH, menyampaikan bahwa proses pembangunan berjalan lancar meski menghadapi sejumlah kendala teknis. Ia meninjau langsung kegiatan di lokasi pada Rabu (11/2/2026) siang.
Menurut Kapolsek, hari ke-14 yang jatuh pada Kamis akan menjadi tahap finishing. Tim akan melakukan pembersihan kerangka jembatan sekaligus memastikan seluruh bagian siap digunakan masyarakat.
Peresmian jembatan sendiri masih menunggu jadwal resmi. Nantinya, peresmian akan dilakukan secara serentak bersama 28 jembatan lain yang dibangun di wilayah hukum Polda Riau.
Iptu Irwandy menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ini merupakan hasil kerja keras tim satgas yang terdiri dari pasukan Brimob, personel BKO Polda Riau, Satpol Airud, serta Polsek Sinaboi. Mereka bahu-membahu menyelesaikan proyek strategis tersebut.
Selama proses berlangsung, tim menghadapi tantangan berupa kondisi alam. Pasang surut air di sekitar lokasi sempat memperlambat pengerjaan, khususnya di bagian kaki dan tiang jembatan.
Meski demikian, semangat para personel tidak surut. Mereka tetap berkomitmen menuntaskan pembangunan sesuai target yang telah ditetapkan.
Kapolsek menjelaskan bahwa Jembatan Merah Putih Presisi merupakan gagasan Kapolda Riau yang diselaraskan dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Program ini bertujuan menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat melalui dukungan infrastruktur.
Ia menambahkan, kehadiran jembatan ini akan menjadi sarana konektivitas penting bagi warga. Jembatan menghubungkan RT 12 dan RT 24 yang selama ini hanya terhubung dengan jembatan kayu sederhana.
Jembatan kayu tersebut telah digunakan warga selama 18 tahun. Kondisinya kini lapuk dan berisiko roboh, sehingga pembangunan jembatan baru menjadi kebutuhan mendesak.
Dengan ukuran 16 x 2,5 meter, Jembatan Merah Putih Presisi di Kampung Aman diharapkan mampu menunjang aktivitas warga sehari-hari, baik untuk transportasi maupun kegiatan ekonomi.
Selain itu, jembatan ini juga diharapkan menjadi simbol kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam membangun daerah. Kehadirannya mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung pembangunan desa.
Masyarakat Kampung Aman menyambut positif pembangunan ini. Mereka menilai jembatan baru akan meningkatkan keselamatan sekaligus memperlancar mobilitas antarwilayah.
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Sinaboi menjadi salah satu bukti nyata bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat dapat menghasilkan manfaat besar. Infrastruktur yang kokoh akan menjadi fondasi bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga.