PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau melalui Bapenda Riau terus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2026 dengan mengoptimalkan sejumlah sektor pajak strategis.
Kepala Bapenda Riau, Nino, menyebut pajak alat berat menjadi salah satu sumber penerimaan yang masih memiliki potensi besar untuk ditingkatkan. Pada 2025, realisasi pendapatan dari sektor tersebut tercatat sekitar Rp3 miliar.
Untuk memaksimalkan penerimaan, Bapenda Riau telah menginstruksikan seluruh unit pelaksana teknis melakukan pendataan ulang terhadap alat berat yang beroperasi di sektor konstruksi, pertambangan, dan perkebunan.
Langkah pendataan ini dinilai penting guna memastikan seluruh alat berat yang beroperasi di wilayah Riau terdaftar dan memenuhi kewajiban pajaknya sesuai ketentuan.
Selain pajak alat berat, pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar pada pajak kendaraan bermotor (PKB) yang selama ini menjadi kontributor terbesar PAD. Namun, sektor tersebut dinilai masih memiliki potensi yang belum tergarap optimal.
Menurut Nino, temuan audit menunjukkan adanya indikasi kebocoran penerimaan yang perlu segera dibenahi. Untuk memperkuat pengawasan, pemerintah daerah membentuk tim optimalisasi PAD bersama Polda Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau.
Di sisi lain, Pemprov Riau juga tengah mengkaji kemungkinan penyesuaian tarif pajak air permukaan. Kebijakan tersebut masih dalam tahap evaluasi dengan mempertimbangkan aspek regulasi serta dampaknya terhadap pelaku usaha.
Melalui berbagai strategi tersebut, pemerintah daerah menargetkan peningkatan PAD secara signifikan guna mendukung pembiayaan pembangunan, termasuk sektor infrastruktur, pendidikan, dan pelayanan publik di Pekanbaru dan wilayah lainnya.