PEKANBARU - Ketua ASN PPPK Guru Provinsi Riau, Eko Wibowo, menyampaikan bahwa para guru masih menunggu realisasi tuntutan relokasi yang diharapkan dapat segera dipenuhi Dinas Pendidikan (Disdik) Riau.
Ia menekankan bahwa persoalan ini idealnya sudah bisa dituntaskan sebelum akhir tahun 2025 agar para guru dapat bekerja dengan lebih nyaman.
“Kita berharap Disdik Riau segera menyelesaikan tuntutan relokasi yang disampaikan para guru pengangkatan PPPK pada periode 2021, 2022, dan 2023,” ujar Ekowi, Sabtu (15/11/2025).
Menurutnya, terdapat lima tuntutan utama yang telah disampaikan kepada Disdik Riau, yakni penyesuaian jam mengajar, pengembalian guru ke sekolah induk, penempatan sesuai domisili KTP, penyelesaian masalah guru yang terpisah dari keluarga, serta tingginya risiko kecelakaan yang dialami guru selama perjalanan menuju sekolah.
“Kami hanya ingin mendapatkan kepastian dan solusi terbaik agar para guru bisa menjalankan tugas dengan lebih tenang dan maksimal,” ungkapnya.
Ekowi menegaskan bahwa aspirasi tersebut merupakan suara dari banyak guru PPPK di berbagai daerah di Riau yang menghadapi persoalan serupa. Ia berharap kebijakan relokasi segera direalisasikan demi menjaga kualitas pendidikan di Bumi Lancang Kuning.
“Kalau tuntutan ini tidak dituntaskan, maka kami para guru PPPK akan segera melakukan aksi damai,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ekowi juga menyatakan dukungannya terhadap langkah KPK yang tengah melakukan bersih-bersih di sektor pendidikan Riau. Ia optimistis upaya tersebut dapat membawa perubahan positif.
Selain itu, ia meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, dunia pendidikan dan kesejahteraan guru akan semakin membaik.