PEKANBARU - Peluang Jemaah Calon Haji (JCH) Provinsi Riau yang masuk dalam porsi cadangan untuk berangkat menunaikan ibadah haji pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dinilai sangat besar.
Tingginya tingkat pelunasan pada tahap pertama menjadi indikator kuat terbukanya kesempatan bagi jemaah cadangan.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau, Defizon, didampingi Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi pada Rabu (24/12/2025).
Defizon mengungkapkan, berdasarkan data Kemenhaj Riau, jumlah jemaah cadangan yang berpotensi melakukan pelunasan dan berhak berangkat haji mencapai 1.873 orang. Meski demikian, tidak seluruhnya bisa diberangkatkan karena tetap menyesuaikan kuota yang tersedia.
“Tidak semua jemaah cadangan bisa menunaikan ibadah haji karena tergantung kuota, namun peluangnya cukup besar,” ujar Defizon.
Ia menjelaskan, pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) tahap pertama telah berlangsung sejak 23 Desember 2024. Hingga saat ini, tingkat pelunasan JCH Provinsi Riau telah mencapai 77,56 persen, angka yang dinilai jauh melampaui rata-rata nasional.
“Capaian Riau sudah 77,56 persen. Ini jauh di atas rata-rata nasional. Namun kita tidak hanya berpatokan pada tahap pertama karena masih ada pelunasan tahap kedua,” katanya.
Pelunasan tahap kedua nantinya akan diikuti oleh jemaah cadangan, jemaah yang sempat gagal sistem, pendamping jemaah, serta kategori lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Riau, Muliardi, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dan membantu Kemenhaj dalam melakukan sosialisasi kepada jemaah, khususnya terkait tahapan pelunasan BIPIH, termasuk pelunasan tahap kedua.
“Semua tahapan sudah kami sosialisasikan kepada jemaah. Saat ini juga tengah berlangsung proses likuidasi aset untuk mendukung pelaksanaan haji yang kini dialihfungsikan ke Kementerian Haji dan Umrah,” jelas Muliardi.
Ia menambahkan, meskipun saat ini masih dalam masa transisi dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah, pelayanan haji diharapkan ke depan justru semakin meningkat dan profesional.