KANDIS – Sebanyak 45 petani dan pembudidaya ikan berkumpul di Kecamatan Kandis, Riau, mengikuti program peningkatan kapasitas yang diadakan oleh PT Ivo Mas Tunggal, anak perusahaan Sinar Mas Agribusiness and Food.
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis serta memperdalam pemahaman mereka mengenai praktik pertanian dan perikanan yang efisien dan berkelanjutan, dengan peserta mewakili kelompok dari delapan desa dan tiga kelurahan di sekitar Kandis.
Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di bawah Dinas Pertanian Kabupaten Siak, Penyuluh Perikanan di bawah Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Siak, pemerintah desa di sekitar Kandis, serta pemerintah Kecamatan Kandis.
Materi pelatihan mencakup berbagai topik, antara lain standar operasional prosedur (SOP) budidaya ikan lele berkelanjutan, pembuatan probiotik alami untuk kolam, produksi bokashi dari limbah pertanian, serta pengelolaan pakan dan kualitas air. Seluruh materi disusun berdasarkan kebutuhan lokal dan kondisi lapangan yang relevan.
Peserta pelatihan belajar memproduksi bokashi dari limbah pertanian
Selama sesi berlangsung, PT Ivo Mas Tunggal turut memperkenalkan program pendampingan berkelanjutan yang dijalankan melalui Community Learning Centre (CLC).
CLC menawarkan skema pendampingan terstruktur yang membekali masyarakat dengan keterampilan praktis melalui pelatihan intensif mengenai pertanian ekologis terpadu dan pengembangan usaha kecil.
Program ini bertujuan membangun kader lokal, memperkuat kelompok tani, serta mendorong peserta untuk menerapkan praktik pertanian berkelanjutan yang dapat menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi benar-benar menciptakan dampak nyata di lapangan.
Penguatan kapasitas petani dan pembudidaya ikan menjadi kunci untuk membangun ekonomi lokal yang mandiri dan berkelanjutan di sekitar wilayah operasional kami,” ujar Dwi Nugroho Adhy, perwakilan manajemen PT Ivo Mas Tunggal.
Salah satu peserta, Dadang, menyampaikan pembelajaran praktis yang langsung dapat diterapkan. Sesi yang paling berkesan baginya adalah membuat bokashi dari limbah pertanian.
“Dengan bahan yang mudah didapat, kini kami bisa membuat pupuk organik sendiri dan mengurangi ketergantungan pada produk kimia. Kami akan menerapkan ini di lahan kelompok tani kami,” kata dia.
Peserta pelatihan dibekali pengetahuan soal praktik pertanian dan perikanan yang berkelanjutan
Sementara itu, Khalifatul Ardhi dari tim Community Economic Empowerement (CEE) Sinar Mas Agribusiness and Food menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar pertukaran pengetahuan.
Melainkan juga mencerminkan semangat pembelajaran dan pengembangan berkelanjutan yang dibangun bersama masyarakat.“Tantangan ke depan bukan hanya soal produktivitas, tetapi memastikan praktik pertanian dan perikanan tetap berkelanjutan.
Kami berharap para peserta tidak hanya menjadi lebih mandiri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi wilayah lain,” jelas dia.
Inisiatif ini bertujuan membantu petani dan pembudidaya ikan membangun usaha yang lebih tangguh, efisien, dan berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang beragam dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional Sinar Mas Agribusiness and Food.
Di bawah kerangka keberlanjutan Collective for Impact, sebanyak 500 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia ditargetkan mendapatkan manfaat dari pelatihan dan program pengembangan hingga 2030.
Fokusnya adalah peningkatan pengetahuan praktis, penguatan pengelolaan usaha, serta perluasan akses terhadap jaringan pendampingan dan pasar.
Saat pelatihan ditutup, para peserta pulang dengan rasa percaya diri yang lebih besar, kolaborasi yang semakin kuat, dan optimisme bahwa upaya mereka bergerak ke arah yang tepat.(Rls)