PEKANBARU - Provinsi Riau mengawali Januari 2026 dengan kondisi udara yang relatif aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemantauan terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memastikan tidak terdeteksinya satu pun titik panas (hotspot) di seluruh wilayah Riau.
Situasi ini dinilai sebagai indikator positif keberhasilan langkah pencegahan karhutla, khususnya pada fase awal tahun yang kerap diwarnai dinamika cuaca ekstrem.
Di tengah nihilnya hotspot di Riau, BMKG mencatat kemunculan titik panas di provinsi lain di Pulau Sumatera.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby mengungkapkan, berdasarkan analisis citra satelit pada Jumat (9/1/2026), aktivitas hotspot di Sumatera masih terpantau sangat rendah dan tidak menyentuh wilayah Riau.
“Berdasarkan data hari ini, total hotspot di wilayah Sumatera tercatat tiga titik dan seluruhnya berada di Sumut. Untuk Provinsi Riau, nol hotspot,” jelasnya.
BMKG menilai kondisi tersebut dipengaruhi pola hujan yang masih berlangsung di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.
Intensitas hujan yang cukup menjaga kelembapan tanah, terutama di kawasan rawan karhutla seperti lahan gambut.
Meski demikian, BMKG menegaskan, kondisi tanpa hotspot tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kewaspadaan.
Perubahan cuaca yang cepat pada periode awal tahun berpotensi memicu peningkatan suhu secara tiba-tiba.
BMKG bersama instansi terkait tetap mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.
Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi asap atau aktivitas mencurigakan di kawasan hutan maupun lahan gambut.