PEKANBARU - Aktivitas titik panas atau hotspot kembali terpantau di sejumlah wilayah Sumatera. Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat total 32 titik panas terdeteksi pada Senin (12/1/2026), tersebar di enam provinsi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira menyampaikan, sebaran hotspot terbanyak terpantau di Provinsi Aceh (NAD) dan Riau, yang masing-masing mencatat angka signifikan.
“Berdasarkan pantauan satelit hari ini, total hotspot di wilayah Sumatera berjumlah 32 titik. Provinsi Aceh terdeteksi sembilan titik, disusul Jambi dan Riau masing-masing tujuh titik,” ujarnya.
Selain Aceh, Jambi, dan Riau, hotspot juga terpantau di Sumatera Barat dan Sumatera Utara dengan masing-masing empat titik, serta satu titik di wilayah Kepulauan Riau.
Khusus Provinsi Riau, tujuh titik panas terdeteksi di beberapa daerah. Kota Dumai menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di Riau, diikuti Kabupaten Pelalawan.
Rinciannya, Kota Dumai 2 titik, Kabupaten Pelalawan 3 titik, Kabupaten Rohul 1 titik dan Kabupaten Inhu 1 titik.
BMKG mengingatkan, kemunculan hotspot ini perlu diwaspadai, terutama pada wilayah dengan kondisi lahan gambut yang rentan terbakar.
“Meskipun belum seluruhnya terkonfirmasi sebagai kebakaran, keberadaan hotspot menjadi indikator awal yang harus segera diantisipasi oleh pemerintah daerah dan masyarakat,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, serta meminta pemerintah daerah meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan karhutla.
Langkah cepat dinilai penting untuk mencegah meluasnya kebakaran yang berpotensi menimbulkan kabut asap.