www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Terungkap, Penabrak Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis Ternyata Positif Narkoba
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Heboh Surat Sumpah Abdul Wahid, Pengamat: Tak Pengaruhi Proses KPK
Senin, 12 Januari 2026 - 23:24:56 WIB
Pengamat Publik Universitas Riau, Saiman Pakpahan (kiri) menilai surat sumpah Abdul Wahid tidak berdampak pada proses hukum di KPK (foto/ist)
Pengamat Publik Universitas Riau, Saiman Pakpahan (kiri) menilai surat sumpah Abdul Wahid tidak berdampak pada proses hukum di KPK (foto/ist)

PEKANBARU - Masyarakat Riau tengah dihebohkan dengan beredarnya surat yang dikaitkan dengan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait suap di Dinas PUPR-PKPP Riau pada 3 November 2025 lalu. Meski mencuat ke publik, surat tersebut dinilai tidak memiliki pengaruh terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
 
Surat yang berisi pernyataan sumpah itu memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, terutama karena waktu kemunculannya dinilai sudah cukup lama dan terdapat sejumlah kejanggalan. Namun demikian, substansi surat tersebut diyakini tidak berdampak pada penanganan perkara oleh KPK.

Ketua Tim Pencari Fakta (TPF) OTT PUPR, Rinaldi, menjelaskan bahwa surat tersebut sebenarnya telah diterima TPF sejak November 2025. Namun, pihaknya secara sadar menunda penyampaian surat itu ke publik hingga dinilai berada pada momentum yang tepat.“Penundaan ini dilakukan agar masyarakat dapat memahami secara utuh alasan keberpihakan moral TPF dalam mengawal perkara OTT PUPR ini,” ujar Rinaldi.
 
Menanggapi polemik tersebut, Pengamat Publik Universitas Riau, Saiman Pakpahan, menilai bahwa surat yang beredar berasal dari kelompok masyarakat sipil. Menurutnya, keberadaan surat tersebut tidak memiliki konsekuensi hukum dan tidak memengaruhi proses hukum yang tengah berlangsung.

“Dalam struktur sistem politik Indonesia, masyarakat sipil tidak termasuk dalam sistem politik formal. Organ politik formal itu hanya eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Yang memiliki kewenangan menentukan seseorang bersalah atau tidak adalah lembaga yudikatif,” kata Saiman, Senin (12/1/2026).

Ia juga menegaskan bahwa surat tersebut telah diakui sendiri oleh Ketua TPF sebagai dokumen yang tidak dapat dijadikan alat bukti. TPF, kata Saiman, dibentuk atas kesadaran sekelompok alumni UIN Suska Riau karena Abdul Wahid merupakan bagian dari komunitas tersebut.
 
“Itu lebih pada sentimen moral. Dalam konteks negara hukum, surat itu tidak memiliki kekuatan pembuktian. Itu hanya informasi yang disampaikan oleh kelompok masyarakat sipil yang membentuk tim pencari fakta secara mandiri,” ujarnya.

Saiman menegaskan, apa pun isi surat tersebut tidak akan memengaruhi proses hukum yang sedang berjalan terkait dugaan tindak pidana penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang saat Abdul Wahid menjabat sebagai Gubernur Riau.

Disinggung mengenai sejumlah kejanggalan dalam surat yang beredar, Saiman menilai hal tersebut sepenuhnya menjadi urusan kelompok masyarakat sipil yang menyebarkannya. Substansi surat itu, menurutnya, tidak akan memengaruhi proses hukum yang ditangani oleh lembaga formal seperti KPK.

“Kalaupun surat itu terlihat janggal, tetap tidak berdampak pada proses hukum. Apa yang mereka temukan bukanlah putusan lembaga hukum,” katanya.Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih cermat memahami posisi masyarakat sipil, organisasi kemasyarakatan, dan sistem politik formal dalam negara hukum Indonesia, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menyikapi informasi yang beredar.
 
Sebelumnya KPK juga angkat bicara terkait beredarnya surat sumpah yang disebut-sebut ditulis Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid. Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo, menegaskan bahwa proses hukum terhadap Abdul Wahid tetap berjalan secara profesional dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku di lembaga antirasuah tersebut.“Setiap sangkaan pasal terhadap para tersangka tentunya sudah berdasarkan kecukupan alat bukti yang diperoleh penyidik. Seluruhnya nanti akan diuji di persidangan. Kita ikuti saja prosesnya,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).

Sumber: RRI.Pekanbaru


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Penabrak mobil dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis menjadi tersangka (foto/ist)Terungkap, Penabrak Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis Ternyata Positif Narkoba
Bupati Zukri bersama Wabup Husni menghadiri halalbihalal APRIL Group di RGE Community Center Riau, Komplek Pangkalan Kerinci (foto/Andy)Bupati Zukri Hadiri Halalbihalal APRIL Group, Dorong Hilirisasi Produk RAPP di Pelalawan
Sebaran hotspot di Riau kian mengkhawatirkan (foto/int)Riau Dikepung 206 Hotspot, Bengkalis Masih Jadi Wilayah Terparah
Satgas Karhutla Lakukan Pemadaman Api di Rupat Utara, Dumai Kota, dan PelalawanRatusan Hektare Lahan Terbakar, Pemadaman Karhutla Dikebut di 3 Wilayah Prioritas
Sambutan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dibacakan oleh Helwin Yunus yang bertindak sebagai pembina upacara. Pemprov Riau Apresiasi Kinerja BRK Syariah di Usia ke-60, Tekankan Transformasi Digital dan Penguatan Tata Kelola
  Kabaras FC juara Fourfeo Garuda Muda League 2026 (foto/Andy)Kabaras FC Juara Fourfeo Garuda Muda League 2026, Tampil Dominan Sepanjang Turnamen
Deninteldam XIX/TT bongkar muatan gelap di Tembilahan (foto/int)Penyelundupan Puluhan Ton Bawang dan Cabai Ilegal dari Kepri Digagalkan di Tembilahan
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Nurul Ikhsan (foto/Mimi)DPRD Pekanbaru Ingatkan Satpol PP, Jangan Jadi Backing PKL Nakal
Ilustrasi Pemko Pekanbaru gelontorkan Rp100 miliar untuk perbaikan jalan rusak di 2026 (foto/int)Pemko Pekanbaru Gelontorkan Rp100 M, Perbaikan 21 Ruas Jalan Dimulai Bertahap
Bupati Pelalawan, Zukri merancang WFH ASN selama Kamis-Jumat (foto/int)Pemkab Pelalawan Siapkan WFH ASN 2 Hari, Berlaku Bertahap Sesuai Jenis Layanan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved