www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Bupati Agam Hadiri Rapat Lanjutan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Bukittinggi–Sicincin
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Polemik Relokasi Guru PPPK Riau, Pakar UIR Ungkap Risiko Kualitas Pendidikan Turun
Selasa, 13 Januari 2026 - 09:56:23 WIB
Kebijakan relokasi guru PPPK di Riau tuai polemik.(ilustrasi/int)
Kebijakan relokasi guru PPPK di Riau tuai polemik.(ilustrasi/int)

PEKANBARU - Kebijakan relokasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya tenaga pendidik di Provinsi Riau, dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh agar tidak berujung pada persoalan baru di sektor pendidikan.

Pakar Politik Universitas Islam Riau (UIR), Agung Wicaksono mengatakan, secara normatif kebijakan penempatan dan relokasi guru PPPK memang dirancang untuk mendorong pemerataan tenaga pendidik sekaligus memastikan layanan pendidikan menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil.

Namun, implementasi kebijakan tersebut harus dilakukan secara cermat dan berkeadilan.

“Relokasi itu tujuannya baik, yaitu pemerataan dan pemenuhan layanan pendidikan. Akan tetapi praktiknya, pemerintah harus dapat mempertimbangkan kesejahteraan guru dan efektivitas dalam pembelajaran,” ujar Agung kepada halloriau.com, Selasa (13/1/2026).

Ia menegaskan, kebijakan publik di bidang pendidikan tidak bisa semata-mata berorientasi pada pemenuhan administrasi dan angka kebutuhan tenaga pendidik.

Aspek keberlanjutan, kenyamanan kerja guru, hingga dampak langsung terhadap proses belajar-mengajar harus menjadi pertimbangan utama.

Agung juga menyoroti fenomena pengunduran diri sejumlah guru PPPK yang dipicu jauhnya jarak antara domisili dengan unit kerja. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan sinyal serius bagi pemerintah daerah.

“Pengunduran diri guru PPPK akibat jarak mengajar yang terlalu jauh akan menimbulkan kekosongan tenaga pendidik, ketidakstabilan proses pembelajaran, dan berdampak langsung pada kualitas pendidikan, terutama di daerah yang justru sangat membutuhkan guru,” jelasnya.

Ia menilai, tanpa evaluasi yang tepat, kebijakan relokasi justru berpotensi kontraproduktif terhadap tujuan awal pemerataan pendidikan.

Sekolah-sekolah yang sudah kekurangan guru bisa semakin terdampak jika tenaga pendidik tidak mampu bertahan karena faktor kesejahteraan dan beban jarak.

Karena itu, Agung mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, melakukan pemetaan kebutuhan guru secara lebih akurat, serta membuka ruang dialog dengan para tenaga pendidik sebelum kebijakan ditetapkan.

“Pemerintah perlu memastikan kebijakan yang diambil tidak hanya sah secara administratif, tetapi juga realistis, manusiawi, dan berkeadilan,” tegasnya.

Dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan partisipatif, Agung berharap kebijakan relokasi guru PPPK di Riau tetap mampu mencapai tujuan pemerataan pendidikan tanpa mengorbankan kualitas layanan maupun kesejahteraan tenaga pendidik.

“Jika dirancang dengan baik, relokasi bisa menjadi solusi. Namun tanpa evaluasi dan dialog, kebijakan ini justru berisiko melemahkan sistem pendidikan itu sendiri,” pungkasnya.

Penulis: Fitri
Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Pembahasan lanjutan jalan tol Padang-Pekanbaru seksi Sicincin-Bukittinggi.Bupati Agam Hadiri Rapat Lanjutan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Bukittinggi–Sicincin
Cuaca Riau hari ini.(ilustrasi/int)Warga Riau Perlu Waspada, BMKG Prediksi Hujan Lokal dari Siang hingga Malam Nanti
ilustrasi.Satgas MBG Bangkalan Tegaskan Makanan Tidak Basi Meski Berbau Asam
Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama Wakil Bupati Misharti menghadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026).Hadiri Rakornas 2026, Bupati Kampar Nilai Penyamaan Persepsi Pusat dan Daerah Penting
Direktur RPB, Ade Putra (dua kanan) dalam rapat koordinasi persiapan menghadapi HBKN Ramadan dan Idulfitri (foto/ist)Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan, Pemprov Riau Gencarkan Operasi Pasar Murah
  Anggota DPRD Pekanbaru H Wan Agusti SH MH.DPRD Pekanbaru Minta Pengamanan Ramadan Dilakukan Nyata di Lapangan
ist.Hashim: Empat Perusahaan Keberatan Izinnya Dicabut Pemerintah
ilustrasi.Pajak Sawit Dinilai Tidak Efisien Tingkatkan PAD Riau
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.Penentuan Awal Ramadan 1447 H, Muhammadiyah Gunakan Kalender Hijriah Global
Pemko Pekanbaru resmi segel New Paragon yang diduga jadi lokasi pesta waria (foto/Tata)Disegel Pemko, Kapolresta Pekanbaru Dalami Dugaan Pelanggaran New Paragon
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
AMSI Riau dan SKK Migas Sumbagut Perkuat Kerjasama di 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved