PEKANBARU – Di tengah euforia perpanjangan Surat Keputusan (SK) PPPK di lingkungan Pemprov Riau, terselip kisah pilu dari ratusan guru yang kini berjuang demi keutuhan keluarga. Jauhnya jarak penempatan kerja dari domisili asal kini menjadi beban mental dan finansial yang tak lagi terbendung.
Kondisi ini bukan sekadar masalah jarak, melainkan menyentuh sisi kemanusiaan yang mendalam. Kabar mengejutkan datang dari lapangan; dikabarkan telah ada rekan guru yang memilih untuk mengundurkan diri dari status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mereka.
Keputusan sulit itu diambil karena mereka tak lagi sanggup menjalani hidup terpisah jauh dari anak dan pasangan, serta beratnya beban akomodasi yang menguras penghasilan.
Para guru berharap momentum perpanjangan SK tahun ini tidak hanya menjadi rutinitas administratif, tetapi juga menjadi titik balik kebijakan penempatan. Mereka mengetuk pintu hati Pemerintah Provinsi Riau agar memberikan ruang bagi relokasi atau redistribusi guru ke sekolah asal atau sekolah yang lebih dekat dengan domisili.
"Kami ingin mengabdi dengan sepenuh hati, namun sulit rasanya memberikan performa terbaik jika pikiran dan hati kami terbagi karena jauh dari keluarga. Kami hanya ingin mendekat, agar pengabdian ini bisa berjalan selaras dengan kewajiban kami sebagai orang tua dan pasangan," ujar salah satu perwakilan guru.
Desakan Kepada Dinas Pendidikan Provinsi Riau
Selain permohonan kepada Gubernur, para guru menaruh harapan besar kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau. Mereka mendorong agar Disdik mengambil langkah proaktif dalam bulan ini juga.
Poin-poin utama yang diharapkan para guru:
1. Jemput Bola: Disdik Riau diharapkan segera berkonsultasi dan menjemput izin relokasi langsung ke Kementerian PAN-RB di Jakarta.
2. Percepatan Regulasi: Memohon agar proses teknis relokasi dapat diselesaikan segera agar para guru dapat mengajar dengan tenang di penempatan yang baru pada tahun ajaran ini.
3. Kesejahteraan Mental: Relokasi dianggap sebagai solusi konkret untuk mencegah lebih banyak guru yang mundur (atrisi) akibat tekanan jarak dan keluarga.
4. Dedikasi guru adalah pilar pendidikan Riau. Namun, tanpa dukungan regulasi penempatan yang humanis, dikhawatirkan semangat pengabdian ini akan terus tergerus oleh kerinduan akan rumah.