PEKANBARU - 821 guru di lingkungan Pemprov Riau tengah mengikuti seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB. Seleksi ketat ini digelar untuk mengisi 69 jabatan kepala sekolah yang hingga kini masih kosong di berbagai daerah di Riau.
Tingginya jumlah peserta mendapat apresiasi dari Ketua ASN PPPK Guru 2022 Provinsi Riau, Eko Wibowo atau yang akrab disapa Ekowi. Ia menilai antusiasme ratusan guru tersebut mencerminkan komitmen kuat tenaga pendidik dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Riau.
Menurutnya, seleksi BCKS kali ini memiliki makna penting karena membuka peluang yang setara bagi seluruh guru, baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Ini momentum penting. Status kepegawaian tidak lagi menjadi sekat. Guru PNS dan PPPK memiliki peluang yang sama untuk menjadi kepala sekolah. Yang dinilai adalah kompetensi dan komitmen untuk membawa perubahan,” ujar Ekowi kepada halloriau, Sabtu (24/1/2026).
Ia mencontohkan, Kabupaten Kepulauan Meranti telah menunjuk guru PPPK yang memenuhi kriteria sebagai kepala sekolah di tiga sekolah. Bahkan, pada akhir 2025 lalu, sebanyak enam guru PPPK juga dilantik sebagai kepala sekolah negeri di Kota Jambi, Provinsi Jambi. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah dapat membuka jalur karier yang adil, profesional, dan berbasis kompetensi.
Ekowi sendiri turut ambil bagian dalam seleksi BCKS Dikmen Provinsi Riau. Ia memandang kepala sekolah sebagai motor penggerak strategis dalam mencetak generasi muda yang unggul dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.
Perhatian khusus Ekowi tertuju pada penguatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ia menilai lulusan SMK harus mampu menjadi ujung tombak perekonomian Riau yang memiliki posisi geografis strategis di kawasan Asia Tenggara.
“Kita ingin lulusan SMK punya daya saing tinggi dan benar-benar siap kerja. Mereka harus diterima oleh dunia usaha dan industri di Riau. Di sinilah peran kepala sekolah sebagai jembatan menjadi sangat penting,” jelasnya.
Selain itu, Ekowi juga menyoroti perlunya percepatan modernisasi sarana dan prasarana praktik di sekolah. Menurutnya, kepala sekolah saat ini dituntut untuk lebih proaktif dan tidak hanya menjalankan tugas administratif.
“Kepala sekolah harus menjadi penggerak. Berani melobi kementerian di pusat dan membangun kemitraan dengan dunia industri. Peralatan praktik harus memadai agar keterampilan dan karakter siswa terbentuk sesuai standar industri,” tambahnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi Riau menjadwalkan pengumuman hasil seleksi kepala sekolah SMA dan SMK se-Riau pada 9 Februari 2026. Penetapan tersebut sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan agar seluruh jabatan kepala sekolah segera diisi oleh pejabat definitif.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, mengatakan jadwal tersebut masih bersifat tentatif dan dapat berubah mengikuti proses seleksi yang sedang berjalan.
“Target kita tanggal 9 Februari seluruh kepala sekolah sudah definitif. Namun, bisa saja berubah tergantung prosesnya, yang jelas lebih cepat lebih baik,” ujar Erisman, Senin (19/1/2026).