PEKANBARU - Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tidak ditemukan satu pun titik panas (hotspot) di wilayah Riau pada Jumat (16/1/2026), saat sejumlah daerah lain di Sumatera masih menunjukkan aktivitas hotspot yang signifikan.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Sanya menyampaikan, secara keseluruhan terdapat 74 titik panas yang terdeteksi di Pulau Sumatera. Sebaran terbanyak tercatat di Provinsi Aceh.
“Dari hasil pemantauan hari ini, total hotspot di wilayah Sumatera berjumlah 74 titik. Riau nihil titik panas,” ujarnya.
Ia merinci, Aceh menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 42 titik, disusul Sumatera Utara 16 titik, Sumatera Selatan 7 titik, dan Sumatera Barat 5 titik. Sementara itu, Jambi dan Kepulauan Riau masing-masing terpantau 2 titik panas.
Menurut Sanya, kondisi tanpa hotspot di Riau menjadi indikator awal keberhasilan upaya pencegahan karhutla, meski kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat dinamika cuaca yang masih fluktuatif.
“Walaupun saat ini Riau nihil hotspot, masyarakat dan pemerintah daerah tetap diimbau waspada. Perubahan cuaca dan aktivitas manusia berpotensi memicu kebakaran jika tidak diantisipasi sejak dini,” pungkasnya.
BMKG mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi awal potensi kebakaran hutan dan lahan, sehingga deteksi dini dan respons cepat sangat menentukan dalam mencegah meluasnya karhutla, khususnya di wilayah rawan gambut.