PEKANBARU - Pemantauan satelit menunjukkan aktivitas titik panas di Pulau Sumatera masih terdeteksi meski jumlahnya relatif terkendali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan total 39 hotspot muncul pada Kamis (30/4/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella Rizky Adelia, menyampaikan bahwa titik panas tersebar di sejumlah provinsi dengan variasi jumlah yang berbeda.
“Total titik panas wilayah Sumatera hari ini ada 39 titik,” ujar Bella.
Data tersebut menjadi indikator penting untuk deteksi dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah rawan.
Dari hasil pemantauan, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak. Kondisi ini menegaskan perlunya kewaspadaan tinggi di provinsi tersebut.
Rinciannya, Sumatera Selatan 12 titik, Jambi 6 titik, Sumatera Utara 6 titik, Aceh 4 titik, Riau 4 titik, Kepulauan Riau 3 titik, Sumatera Barat 2 titik, Bengkulu 1 titik dan Bangka Belitung 1 titik.
Distribusi ini menunjukkan hotspot masih muncul sporadis di hampir seluruh wilayah Sumatera.
Di Provinsi Riau, satelit mendeteksi empat hotspot yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.
Rinciannya, Kota Dumai 1 titik, Kabupaten Pelalawan 1 titik, Kabupaten Indragiri Hilir 1 titik dan Kabupaten Indragiri Hulu 1 titik.
Temuan ini menandakan wilayah pesisir hingga daratan Riau tetap berada dalam radar pemantauan karhutla.
Pemantauan hotspot menjadi salah satu langkah awal dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan. Data harian ini digunakan sebagai dasar kewaspadaan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
BMKG mengingatkan bahwa peningkatan titik panas dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat kondisi cuaca mendukung potensi kebakaran.