PEKANBARU - Kondisi perairan dan atmosfer di Provinsi Riau, Selasa (20/1/2026), relatif stabil namun tetap memerlukan kewaspadaan, khususnya bagi aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat tinggi gelombang laut secara umum masih berada pada kategori rendah, disertai fenomena udara kabur di sejumlah wilayah daratan.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Mari Frystine menjelaskan, tinggi gelombang di sebagian besar perairan Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.
Kondisi tersebut dinilai masih aman untuk aktivitas laut berskala kecil hingga menengah, dengan tetap memperhatikan perkembangan cuaca terkini.
“Prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau hari ini berkisar 0,5-1,25 meter atau kategori rendah,” ujarnya.
Namun demikian, BMKG mengingatkan adanya potensi gelombang dengan kategori lebih tinggi di beberapa titik strategis.
Perairan Dumai-Bengkalis serta perairan Inhil diprakirakan berpeluang mengalami gelombang kategori sedang dengan ketinggian mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Kondisi ini berpotensi memengaruhi pelayaran kapal nelayan dan transportasi laut antarpulau.
Selain dinamika laut, BMKG juga mencatat fenomena halimun atau mist yang terpantau sejak pagi hari di sejumlah daerah di Riau.
Fenomena ini dipicu kelembapan udara yang masih tinggi, sehingga memungkinkan terbentuknya kabut tipis, terutama pada pagi hingga dini hari.
“Kelembapan atmosfer di Riau masih cukup tinggi dan berkontribusi pada munculnya kabut tipis atau halimun pada jam-jam awal pagi,” pungkasnya.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, operator transportasi laut, dan pengguna jalur perairan, untuk tetap memantau pembaruan prakiraan cuaca serta mengutamakan keselamatan.
Sementara bagi pengguna jalan darat, keberadaan halimun tipis berpotensi mengurangi jarak pandang, meski masih dalam skala terbatas.