PEKANBARU - Pemprov Riau mulai menyiapkan langkah eskalatif dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kembali terjadi di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau berencana mengajukan bantuan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) serta helikopter water bombing kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Langkah tersebut diambil menyusul tren penurunan curah hujan di Riau, khususnya di wilayah pesisir, yang berpotensi memperburuk situasi Karhutla jika tidak diantisipasi sejak dini.
Kalaksa BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan BPBD Damkar Riau, Jim Gafur menyebutkan, informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan intensitas hujan mulai menurun pada Februari ini.
“Pada bulan Februari ini curah hujan mulai berkurang, terutama di daerah pesisir. Karena itu, kami akan mengajukan bantuan Teknologi Modifikasi Cuaca,” ujar Jim Gafur, Minggu (8/2/2026).
Selain TMC, BPBD Damkar Riau juga menilai kebutuhan mendesak terhadap dukungan udara berupa helikopter water bombing dan helikopter patroli.
Bantuan tersebut dinilai krusial untuk menjangkau titik api yang berada di lokasi sulit diakses oleh personel darat.
“Bantuan helikopter water bombing dan helikopter patroli juga akan segera kami usulkan karena sangat dibutuhkan di wilayah yang tidak bisa dijangkau melalui jalur darat,” jelasnya.
Namun demikian, pengajuan bantuan ke pemerintah pusat masih menunggu tahapan administratif.
Pemerintah daerah harus terlebih dahulu menetapkan status siaga darurat Karhutla, dimulai dari tingkat kabupaten dan kota.
“Sebelum mengajukan bantuan, status siaga darurat Karhutla harus ditetapkan lebih dulu. Jika sudah ada kabupaten atau kota yang menetapkan, maka akan dilanjutkan dengan penetapan status siaga darurat tingkat provinsi,” tegas Jim.
Hingga saat ini, BPBD Damkar Riau mencatat Karhutla masih terjadi di lima wilayah, yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Pelalawan, serta Kota Dumai.
Proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan di lokasi-lokasi tersebut.
Dalam upaya pengendalian api, tim gabungan di lapangan juga mendapat dukungan dari pihak swasta yang turut membantu proses pemadaman.
“Karhutla saat ini masih terjadi di Bengkalis, Meranti, Siak, Pelalawan, dan Dumai. Semua masih dalam tahap pemadaman dan pendinginan,” tutupnya.