PEKANBARU - Pemerintah pusat segera mengirimkan pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ke Provinsi Riau menyusul penetapan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah ini diambil untuk mempercepat potensi hujan buatan di wilayah terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD dan Damkar Riau, Jim Gafur menyampaikan, pesawat OMC dijadwalkan tiba dalam pekan ini dan langsung beroperasi setibanya di Riau.
“Pesawat OMC akan datang ke Riau. Begitu sampai juga akan langsung melakukan kegiatan OMC mengingat masih ada awan potensial yang berpotensi dibuat hujan buatan,” ujar Jim, Senin (16/2/2026).
OMC menjadi salah satu strategi utama dalam menekan penyebaran api, terutama di wilayah dengan akses darat terbatas dan tingkat kekeringan tinggi.
Selain OMC, Pemerintah Provinsi Riau juga mengajukan bantuan helikopter water bombing dan patroli udara kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Permintaan tersebut telah disampaikan secara lisan, sementara surat resmi masih menunggu tanda tangan gubernur.
“Secara lisan sudah kami sampaikan ke BNPB untuk bantuan helikopter water bombing. Surat resminya masih menunggu ditandatangani Pak gubernur,” jelasnya.
Dukungan pemadaman udara dinilai krusial, terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau jalur darat seperti Pulau Mendol di Kabupaten Pelalawan.
Hingga kini, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di tiga wilayah, yakni Kabupaten Pelalawan, Bengkalis, dan Kota Dumai.
Di Kabupaten Pelalawan, kebakaran terjadi di Pulau Mendol. Tim gabungan dari BPBD, TNI/Polri, dan Manggala Agni terus berjibaku melakukan pemadaman dari jalur darat.
“Di Pelalawan masih ada kebakaran. Tim gabungan, baik BPBD, TNI/Polri dan Manggala Agni masih melakukan pemadaman di lokasi,” katanya.
Ia mengakui proses pemadaman di lokasi ini cukup menantang karena akses terbatas dan belum adanya dukungan pemadaman udara.
“Untuk luasan belum tahu karena tim masih fokus pemadaman. Kita juga sudah turunkan 12 personel BPBD Riau dan sudah lima hari melakukan pemadaman bersama tim gabungan,” tambahnya.
Di Kabupaten Bengkalis, titik kebakaran terdeteksi di Desa Damai, Kecamatan Air Putih, serta Desa Tanjung Leban, Kecamatan Rupat. Tim terus melakukan pemadaman dan pendinginan guna mencegah api meluas.
Sementara itu, kebakaran di Kota Dumai yang sebelumnya terjadi di wilayah Bukit Timah dan Lubuk Gaung telah berhasil dipadamkan. Saat ini statusnya memasuki tahap pendinginan.
“Saat ini karhutla di Dumai sedang pendinginan. Namun tim pemadam masih siaga mencegah muncul api baru,” tutupnya.
Penanganan karhutla di Riau kini mengandalkan strategi terpadu, mulai dari pemadaman darat oleh tim gabungan hingga intervensi udara melalui OMC dan rencana water bombing.
Upaya ini dilakukan untuk menekan potensi perluasan kebakaran di tengah kondisi cuaca yang masih mendukung terjadinya titik panas.