PEKANBARU - Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera terpantau masih terbatas pada Senin sore (16/2/2026). Berdasarkan data dari BMKG Stasiun Pekanbaru, total terdapat tujuh titik panas yang tersebar di dua provinsi.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Indah, menyampaikan bahwa dari tujuh hotspot tersebut, satu titik berada di Bangka Belitung dan enam titik lainnya terdeteksi di Provinsi Riau.
Di Riau, sebaran titik panas terpantau masing-masing satu titik di Kabupaten Bengkalis, tiga titik di Kabupaten Pelalawan, dan dua titik di Kabupaten Siak. Wilayah-wilayah ini sebelumnya memang dikenal rawan kebakaran hutan dan lahan saat memasuki musim kering.
Sementara itu, pembaruan jarak pandang (visibility) hingga pukul 16.00 WIB menunjukkan kondisi cuaca yang bervariasi di sejumlah daerah. Di Pekanbaru, jarak pandang tercatat 6 kilometer dengan kondisi hujan disertai petir. Rengat mencatat jarak pandang 7 kilometer, sedangkan Pelalawan 4 kilometer dengan hujan ringan. Adapun Tambang memiliki jarak pandang 9 kilometer.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak Jumat (13/2/2026). Status tersebut berlaku hingga 30 November 2026.
Penetapan status siaga darurat ini merupakan hasil rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau dan sejumlah instansi terkait. Pemerintah daerah berharap kebijakan ini mampu memperkuat upaya pencegahan serta mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran, khususnya di daerah-daerah yang terdeteksi memiliki titik panas.
Dengan status siaga yang telah ditetapkan, seluruh pihak diharapkan meningkatkan kewaspadaan dini, termasuk patroli rutin dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.