PEKANBARU - BMKG melalui Stasiun Pekanbaru memastikan kondisi titik panas di wilayah Riau terpantau nihil, Rabu sore (18/2/2026). Informasi tersebut disampaikan petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami, dalam laporan pemantauan terbaru.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), total titik panas di wilayah Sumatera terdeteksi sebanyak dua titik dan seluruhnya berada di Sumatera Selatan. Sementara itu, Provinsi Riau tidak mencatat adanya hotspot atau tanda-tanda Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kondisi ini menjadi kabar baik di tengah kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi saat cuaca kering. Nihilnya hotspot di Riau menunjukkan situasi yang relatif terkendali.
Selain itu, BMKG juga melaporkan jarak pandang atau visibility di sejumlah wilayah Riau masih dalam kondisi normal. Di Pekanbaru dan Rengat, jarak pandang terpantau mencapai 8 kilometer. Di Pelalawan, jarak pandang tercatat 7 kilometer dengan kondisi hujan ringan. Sementara itu, di wilayah Tambang, jarak pandang bahkan mencapai 10 kilometer.
Dengan kondisi ini, aktivitas masyarakat dan transportasi udara di wilayah Riau masih berjalan lancar tanpa gangguan kabut asap.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Riau telah resmi menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak Jumat (13/2/2026). Status ini berlaku hingga 30 November 2026.
Penetapan status siaga darurat tersebut merupakan hasil rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau dan sejumlah instansi terkait lainnya. Pemerintah berharap langkah ini dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan titik panas.