PEKANBARU – Aktivitas titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali terpantau signifikan. Data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun BMKG Pekanbaru mencatat sebanyak 77 hotspot terdeteksi pada Rabu (4/3/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Sanya, menjelaskan bahwa sebaran titik panas tersebar di delapan provinsi di Sumatera dengan konsentrasi tertinggi berada di Sumatera Selatan dan Sumatera Barat.
“Total hotspot di wilayah Sumatera hari ini berjumlah 77 titik yang tersebar di beberapa provinsi,” ujar Sanya dalam keterangan resminya.
Rincian sebaran titik panas meliputi Aceh 11 titik, Sumatera Utara 4 titik, Sumatera Barat 14 titik, Jambi 11 titik, Kepulauan Riau 3 titik, Sumatera Selatan 16 titik, Bangka Belitung 4 titik dan Riau 14 titik.
Dari total 14 titik di Riau, sebaran terbanyak terdeteksi di wilayah pesisir dan daratan gambut, yakni Kabupaten Bengkalis 5 titik, Kabupaten Kampar 5 titik, Kota Dumai 1 titik, Kabupaten Pelalawan 1 titik dan Kabupaten Indragiri Hilir 2 titik.
Menurut Sanya, data hotspot ini diperoleh dari hasil pemantauan satelit yang dilakukan secara rutin untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan perkembangan titik panas yang berpotensi menjadi kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
Dengan jumlah 14 hotspot, Riau menjadi salah satu provinsi dengan angka signifikan pada hari ini.
Kondisi ini perlu diantisipasi mengingat sebagian wilayah memiliki karakteristik lahan gambut yang rentan terbakar saat kondisi cuaca kering.
Peningkatan titik panas di beberapa kabupaten seperti Bengkalis dan Kampar menjadi perhatian karena wilayah tersebut kerap menjadi area rawan karhutla saat memasuki periode minim curah hujan.