PEKANBARU — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 145 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Pulau Sumatera. Data tersebut menunjukkan masih tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Indah, mengatakan sebaran titik panas tersebut terpantau di beberapa provinsi di Sumatera berdasarkan pemantauan satelit terbaru.
Aceh menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 72 titik. Disusul Sumatera Utara sebanyak 26 titik, Riau 27 titik, Kepulauan Riau 15 titik, serta Jambi lima titik.
Khusus di Provinsi Riau, sebanyak 27 titik panas terdeteksi tersebar di beberapa kabupaten. Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 11 titik.
Selain itu, titik panas juga terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak sembilan titik, Kabupaten Bengkalis tiga titik, Kabupaten Rokan Hulu tiga titik, serta Kabupaten Siak satu titik.
BMKG mengingatkan bahwa keberadaan titik panas tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi menjadi indikasi awal terjadinya kebakaran hutan dan lahan jika tidak segera ditangani.
Pemerintah daerah bersama tim terkait diharapkan terus melakukan pemantauan serta langkah pencegahan di wilayah rawan guna mengantisipasi meluasnya kebakaran, terutama memasuki periode cuaca yang cenderung kering di sejumlah wilayah Sumatera.