PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat peningkatan jumlah titik panas di wilayah Sumatera pada Rabu (11/3/2026) sore. Berdasarkan data prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun BMKG Pekanbaru, total terdeteksi 122 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, provinsi Riau menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 77 titik.
Selain Riau, titik panas juga terdeteksi di beberapa provinsi lain di Sumatera, di antaranya Jambi sebanyak 24 titik, Kepulauan Riau 13 titik, Aceh 3 titik, Bangka Belitung 3 titik, serta Sumatera Selatan sebanyak 2 titik.
Khusus di Riau, sebaran titik panas paling banyak terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Pelalawan. Di Indragiri Hilir tercatat 33 hotspot, sementara di Pelalawan sebanyak 31 titik.
Selain itu, titik panas juga terdeteksi di beberapa daerah lain di Riau, seperti Kabupaten Kampar sebanyak 5 titik, Kabupaten Siak 3 titik, Kabupaten Bengkalis 2 titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Rokan Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hulu.
BMKG juga merilis pembaruan jarak pandang pada pukul 16.00 WIB di sejumlah wilayah di Riau. Di Pekanbaru jarak pandang tercatat sekitar 9 kilometer, sementara di Rengat mencapai 8 kilometer. Adapun di wilayah Pelalawan dan Tambang, jarak pandang terpantau sekitar 10 kilometer.
Data hotspot ini menjadi salah satu indikator penting dalam memantau potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera, khususnya di Riau yang saat ini menjadi daerah dengan jumlah titik panas paling dominan.