PEKANBARU – Aktivitas titik panas di Pulau Sumatera kembali terdeteksi cukup signifikan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total 70 hotspot tersebar di sejumlah provinsi pada Selasa (31/3/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy menegaskan, Provinsi Riau menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi dibanding provinsi lain di Sumatera.
“Total hotspot wilayah Sumatera hari ini terpantau 70 titik,” ujarnya.
Lonjakan ini menjadi sinyal penting bagi upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang biasanya meningkat memasuki periode cuaca kering.
Dari total 70 titik panas di Sumatera, Riau menyumbang 30 titik atau hampir setengah dari keseluruhan hotspot, meliputi Kabupaten Bengkalis 28 titik, Kabupaten Rokan Hilir 1 titik dan Kabupaten Indragiri Hilir 1 titik.
Kondisi ini menempatkan Bengkalis sebagai wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi di Sumatera pada hari ini.
Dominasi hotspot di Riau menegaskan bahwa wilayah pesisir dan lahan gambut masih menjadi kawasan rawan karhutla, terutama saat intensitas hujan menurun.
Selain Riau, sejumlah provinsi lain juga terpantau memiliki titik panas meski jumlahnya lebih kecil, yakni Aceh 11 titik, Sumatera Utara 7 titik, Kepulauan Riau 18 titik Bangka Belitung 2 titik, Sumatera Barat 1 titik dan Sumatera Selatan 1 titik.
Data ini menunjukkan distribusi hotspot cukup merata, namun dengan konsentrasi tinggi di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.
Peningkatan hotspot pada akhir Maret menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat langkah pencegahan karhutla.
Secara historis, peningkatan titik panas pada periode peralihan musim kerap menjadi awal munculnya kebakaran lahan, terutama di wilayah gambut yang mudah terbakar.
BMKG terus memantau perkembangan hotspot secara harian sebagai bagian dari sistem peringatan dini kebakaran hutan dan lahan di Sumatera.