PEKANBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan peningkatan aktivitas titik panas di Pulau Sumatera.
Pemantauan satelit pada Selasa (14/4/2026) mendeteksi 77 hotspot yang tersebar di sejumlah provinsi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir menegaskan, pemantauan ini penting sebagai indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Total titik panas wilayah Sumatera hari ini terpantau sebanyak 77 titik,” ujar Yasir.
Berdasarkan data BMKG, distribusi hotspot terjadi di hampir seluruh provinsi Sumatera dengan konsentrasi tertinggi di Aceh dan Sumatera Utara.
Rinciannya, Aceh 17 titik, Sumatera Utara 13 titik, Kepulauan Bangka Belitung 11 titik, Sumatera Barat 8 titik, Sumatera Selatan 8 titik, Riau 7 titik, Bengkulu 4 titik, Jambi 4 titik, Lampung 4 titik dan Kepulauan Riau 1 titik.
Sebaran ini menunjukkan aktivitas titik panas masih merata di wilayah rawan karhutla Sumatera.
Khusus Provinsi Riau, BMKG mendeteksi 7 hotspot yang tersebar di beberapa wilayah strategis.
Detail lokasi hotspot di Riau, yakni Kabupaten Rokan Hilir 4 titik, Kabupaten Pelalawan 1 titik dan Kota Dumai 2 titik.
Temuan ini menegaskan wilayah pesisir dan kawasan gambut masih menjadi area yang perlu diwaspadai.
Hotspot merupakan indikator awal adanya aktivitas kebakaran lahan atau hutan yang terdeteksi melalui satelit.
Meski belum dipastikan sebagai kebakaran aktif, data ini menjadi dasar peringatan dini bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
BMKG terus mengingatkan pentingnya kewaspadaan, terutama memasuki periode cuaca yang berpotensi memicu kebakaran.