PEKANBARU - Aktivitas titik panas di Pulau Sumatera kembali terpantau meningkat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat puluhan hotspot tersebar di sejumlah provinsi pada Sabtu (18/4/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir, mengungkapkan total terdapat 31 hotspot yang terdeteksi melalui pemantauan satelit.
Angka ini menunjukkan potensi peningkatan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah.
“Total hotspot di wilayah Sumatera hari ini mencapai 31 titik,” ujar Yasir.
Provinsi Sumatera Selatan tercatat menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 14 titik. Sementara Provinsi Riau menempati posisi kedua dengan 9 titik panas.
Sebaran hotspot di Sumatera pada hari ini meliputi Sumatera Selatan 14 titik, Riau 9 titik, Kepulauan Riau 3 titik, Jambi 2 titik, Bengkulu 2 titik dan Sumatera Utara 1 titik.
Khusus di Provinsi Riau, hotspot tersebar di empat daerah kabupaten/kota. Kabupaten Kuantan Singingi menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, disusul Bengkalis, Siak, dan Kota Dumai.
Rincian hotspot di Riau, meliputi Kabupaten Kuantan Singingi 6 titik, Kabupaten Bengkalis 1 titik, Kabupaten Siak 1 titik dan Kota Dumai 1 titik.
Yasir menegaskan data hotspot menjadi indikator awal yang perlu diwaspadai karena berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan jika tidak segera ditangani.
“Sebaran titik panas ini perlu menjadi perhatian bersama sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi karhutla,” tegasnya.
Kemunculan puluhan hotspot pada pertengahan April menunjukkan potensi peningkatan risiko kebakaran lahan, terutama di wilayah dengan lahan gambut yang mudah terbakar saat kondisi cuaca kering.
Pemantauan rutin satelit terus dilakukan untuk memastikan perkembangan hotspot dan membantu upaya mitigasi lebih cepat oleh pihak terkait.