PEKANBARU – Pemantauan satelit terbaru menunjukkan aktivitas titik panas di Pulau Sumatera masih terdeteksi, meski jumlahnya relatif terkendali. Data terbaru mencatat total 50 hotspot tersebar di sejumlah provinsi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira menyampaikan, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi.
“Total hotspot wilayah Sumatera hari ini ada 50 titik yang tersebar di sejumlah provinsi,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Berdasarkan data tersebut, sebaran titik panas meliputi Aceh 2 titik, Sumatera Selatan 22 titik, Sumatera Barat 1 titik, Kepulauan Riau 8 titik, Jambi 4 titik, Bengkulu 2 titik, Lampung 2 titik, Bangka Belitung 5 titik dan Riau 4 titik.
Dominasi Sumatera Selatan menjadi perhatian karena wilayah tersebut kembali mencatat angka tertinggi dibanding provinsi lain.
Di Provinsi Riau, pemantauan satelit menunjukkan empat titik panas tersebar di tiga kabupaten.
Rinciannya, Kabupaten Siak 1 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 1 titik, Kabupaten Indragiri Hilir 2 titik.
Meskipun jumlahnya tidak sebesar provinsi lain, keberadaan hotspot tetap menjadi sinyal kewaspadaan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hotspot menjadi indikator awal potensi kebakaran lahan, terutama memasuki periode cuaca relatif kering di beberapa wilayah Sumatera.
Pemantauan harian diperlukan agar langkah mitigasi dapat dilakukan lebih cepat sebelum muncul kebakaran meluas.
Kondisi ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan sejak tahap awal.