SIAK - Kepolisian Daerah Riau meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi dampak fenomena iklim ekstrem Super El Nino atau yang kerap disebut “Godzila El Nino”. Langkah ini ditempuh sebagai upaya antisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.
Kapolda Riau, Herry Heryawan, menginstruksikan seluruh jajaran untuk menetapkan status siaga satu serta memperkuat langkah pencegahan sejak dini. Arahan tersebut disampaikan dalam kegiatan di Polres Siak melalui pemaparan strategi pemolisian adaptif dalam menghadapi dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya peran aktif personel di lapangan, khususnya Bhabinkamtibmas, dalam memperkuat deteksi dini serta menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat.
“Potensi karhutla harus diantisipasi sejak awal. Seluruh personel harus aktif turun ke lapangan, memberikan edukasi, serta memastikan tidak ada pembukaan lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Ia menegaskan, upaya pencegahan karhutla merupakan bagian dari komitmen menjaga keseimbangan lingkungan atau keadilan ekologi, mengingat Riau termasuk daerah rawan kebakaran saat musim kemarau panjang.
Selain fokus pada potensi karhutla, Kapolda juga mengingatkan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gangguan stabilitas sosial dan ekonomi. Hal ini mencakup pengawasan distribusi bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) agar tidak terjadi penimbunan maupun gangguan pasokan.
Untuk mendukung langkah tersebut, fungsi intelijen serta Satgas Pangan diminta memperketat pemantauan di lapangan guna mencegah potensi gejolak yang dapat memicu keresahan masyarakat.
“Kita tidak boleh lengah terhadap potensi gangguan distribusi yang bisa berdampak pada stabilitas sosial,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda juga memperkenalkan pendekatan pemolisian berbasis komunitas terkecil atau mikropolis. Pendekatan ini menitikberatkan pada pemanfaatan data serta komunikasi langsung dengan masyarakat untuk mendeteksi potensi konflik sejak dini.
Model tersebut diharapkan mampu meningkatkan respons cepat terhadap berbagai persoalan sosial, mulai dari sengketa lahan hingga dampak ekonomi di tengah masyarakat.
Menutup arahannya, Kapolda mengajak seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Riau.
“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Dengan sinergi yang kuat, kita pastikan Riau tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (*)