PEKANBARU — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat puluhan titik panas tersebar di wilayah Sumatera hingga Jumat sore (24/4/2026).
Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Gita Dewi, menyampaikan bahwa berdasarkan pembaruan data pukul 16.00 WIB, total titik panas di wilayah Sumatera mencapai 74 titik.
“Total hotspot di Sumatera terpantau sebanyak 74 titik hingga sore ini. Beberapa wilayah menunjukkan angka yang cukup signifikan dan perlu diwaspadai,” ujar Gita Dewi.
Dari jumlah tersebut, Provinsi Aceh mencatat jumlah tertinggi dengan 20 titik panas, disusul Sumatera Selatan 12 titik, Jambi 11 titik, dan Riau sebanyak 14 titik. Sementara itu, wilayah lainnya seperti Kepulauan Riau terdeteksi 7 titik, Bengkulu 5 titik, Bangka Belitung 4 titik, dan Sumatera Barat 1 titik.
Khusus di Provinsi Riau, sebaran titik panas terpantau di beberapa daerah, dengan Kota Dumai menjadi wilayah terbanyak.
“Di Riau, hotspot tersebar di beberapa daerah, yakni Dumai 7 titik, Siak 5 titik, Rokan Hilir 1 titik, dan Indragiri Hulu 1 titik,” jelasnya.
BMKG mengingatkan bahwa keberadaan titik panas ini belum tentu menunjukkan kebakaran, namun menjadi indikator awal potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama saat kondisi cuaca kering.
“Kami mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk tetap waspada, terutama di daerah yang terdeteksi hotspot, agar tidak terjadi kebakaran yang lebih luas,” tambah Gita.
Peningkatan jumlah titik panas ini menjadi perhatian serius, mengingat dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat akibat kabut asap.