PEKANBARU - Drs.H Kampriwoto terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR) periode 2026-2031. Mantan Ketua REI Riau ini terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) IKJR yang dilaksanakan di Hotel Cititel Pekanbaru, Minggu (26/4/2026).
Kongres IKJR diikuti Pengurus 12 DPD IKJR se Provinsi Riau, serta Pengurus DPP IKJR. Pelaksanaan Kongres yang dipimpimpin tiga Pimpinan Sidang Tetap masing-masing Dr. Santoso, SS, M.Si, Joko Suyono, ST, M.IP dan Ahmad Mulyadi, SKM, M.Si berjalan lancar dan sukses.
Sidan Pleno demi sidang pleno berjalan secara kekeluargaan dan demokratis. Masing-masing peserta yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan bendahara DPD se Riau mengikuti jalannya sidang dengan tertib, sembari sesekali menyampaikan masukan dan sumbang saran untuk kemajuan organisasi, sebelum akhirnya mengambil keputusan.
Pada Saat Pleno penentuan Ketua Umum, semua peserta sepakat memilih H. Kampriwoto. Tokoh Riau bersuku Jawa ini dinilai sosok yang layak menahkodai IKJR lima tahun mendatang. Sosoknya dikenal santun, berpengetahuan luas dan peduli dengan kemajuan organisasi
Sebelumnya Pembukaan KLB IKJR Riau berlangsung Hidmat. Sejumlah tokoh Masyarakat Riau bersuku Jawa hadir memenuhi Ballroom Hotel Cititel Pekanbaru. Antara lain Pendiri IKJR Riau yang juga Ketua Carateker IKJR, H.Suryadi Khusaini, serta pendiri IKJR lainnya seperti Drs.Kampriwoto, Makmun Sholihin dan lain sebagainya, Pengurus DPD IKJR se Riau serta puluhan pengurus organisasi Paguyuban yang terkait dengan etnis Jawa.
Ketua Carateker DPP IKJR menyerahkan pataka kepada Ketua Umum DPP IKJR Terpilih. Drs. H. Kampriwoto
Ketua Karateker IKJR, H. Suryadi Khusaini dalam sambutanyya mengatakan, KLB IKJR dilaksanakan sesuai dengan mekanisme organisasi yang termaktub dalam AD/ART IKJR. Menurutnya KLB diikuti 12 Pengurus IKJR se Riau plus DPP IKJR serta organisasi-paguyuban di Bawah naungan IKJR sebagai peninjau.
"Saya menganologikan IKJR ini sebagai bus bermesin Mercedes. Mobilnya ditinggal di jalan dan sopir serta sejumlah penumpangnya dibawa pindah ke bus baru, tampa minta izin kepada pemilik mobil yakni Pengurus DPD IKJR. Kini sebagai tanggungjawab organisasi Busnya kita selamatkan dan distater lagi langsung hidup. Buktinya dengan pelaksanaan KLB saat ini," kata Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau ini.
Suryadi lebih jauh menegaskan, tidak ada perpecahan ditubuh IKJR. Buktinya KLB diikuti seluruh Pengurus DPD IKJR se Provinsi Riau, dan seluruh tokoh termasuk pendiri IKJR hadir pada Kongres itu. "Jika ada Organisasi baru, secara organisasi tidak terkait dengan IKJR dan itu sah-sah saja," katanya.
Salah seorang Pendiri IKJR, Makmun Solihin menambahkan, IKJR dibentuk untuk kekeluargaan.Karena itu rasa kekeluargaan harus diutanakan, tak boleh saling menyalahkan. Apalagi saling mencaci maki."Dulu IKJR sangat besar, IKJR punya Koperasi, Lembaga Bantuan Hukum, bahkan punya media. Belakangan makin redup dan makin redup. Untuk itu, KLB ini harus dijadikan momentum memajukan lagi IKJR," katanya.
Ketua Panitia KLB IKJR, Ns. H. Widodo, S.Kep, SH dalam laporannya menyebutkan KLB dilaksanakan berdasarkan SK Pengurus IKJR Riau. Peserta KLB adalah Pengurus DPD IKJR se Riau yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara. (Rls)