PEKANBARU - BMKG Pekanbaru melaporkan perkembangan terbaru titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera hingga Sabtu sore (2/5/2026). Data ini menjadi perhatian karena berpotensi berkaitan dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di sejumlah daerah rawan.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Anggun Rahmania, menyampaikan bahwa berdasarkan pembaruan pukul 16.00 WIB, jumlah titik panas di Pulau Sumatera tercatat sebanyak 33 titik yang tersebar di beberapa provinsi.
Total titik panas wilayah Sumatera terpantau 33 titik, tersebar di Aceh 15 titik, Jambi lima titik, Sumatera Selatan empat titik, Lampung satu titik, dan Bangka Belitung satu titik.
"Untuk wilayah Riau terdeteksi ada tujuh titik, yang tersebar di Kabupaten Siak dan Pelalawan masing-masing dua titik. Kemudian Kepulauan Meranti, Kampar, dan Indragiri Hulu masing-masing satu titik," ujar Anggun, Sabtu sore (2/5/2026).
Di Provinsi Riau sendiri, sebaran tujuh titik panas terpantau di lima kabupaten, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Siak dan Pelalawan masing-masing dua titik. Sementara itu, Kampar, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hulu masing-masing satu titik.
Selain memantau titik panas, BMKG juga melaporkan kondisi jarak pandang (visibility) di sejumlah wilayah di Riau pada waktu yang sama. Hasilnya menunjukkan kondisi yang masih relatif aman, meski tetap perlu diwaspadai jika terjadi peningkatan jumlah hotspot.
BMKG mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di daerah yang terdeteksi memiliki titik panas, guna mencegah dampak yang lebih luas seperti kabut asap dan penurunan kualitas udara.