www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Karhutla Riau Belum Aman, Helikopter Water Bombing Dikerahkan ke Inhil dan Inhu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Karhutla Riau Belum Aman, Helikopter Water Bombing Dikerahkan ke Inhil dan Inhu
Senin, 14 September 2026 - 21:38:29 WIB
Heli water boombing.(ilustrasi/AI/halloriau.com)
Heli water boombing.(ilustrasi/AI/halloriau.com)

PEKANBARU - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau memasuki fase yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.

Meski sejumlah lokasi telah berhasil dipadamkan, kemunculan kembali asap tipis menunjukkan bara api masih berpotensi bertahan di bawah permukaan.

Kondisi itu membuat Satgas Karhutla Riau memperkuat pemadaman melalui udara. Pada Senin (14/9/2026), helikopter water bombing dikerahkan ke dua wilayah yang masih menjadi perhatian, yakni Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Indragiri Hulu (Inhu).

Kalaksa BPBD dan Damkar Riau, Edy Afrizal mengatakan, operasi udara di Inhil menyasar kawasan Desa Karya Tunas Jaya, Kecamatan Tempuling.

Sementara di Inhu, pemadaman difokuskan di wilayah Kualu Cenaku dan Desa Alim Batang Cenaku.

Ancaman di Inhu mendapat perhatian lebih karena sebagian area terdampak karhutla berada di sekitar kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT).

"Untuk hari ini operasi water bombing difokuskan di dua daerah, yakni Inhil dan Inhu," kata Edy.

Menurut Edy, masing-masing wilayah mendapatkan dua sorti penerbangan helikopter water bombing.

Pesawat dikerahkan sejak pagi untuk menjangkau lokasi yang masih terbakar maupun kawasan yang dinilai memiliki potensi api kembali menyala.

Operasi tersebut tidak berlangsung tanpa kendala teknis. Dalam pelaksanaan pemadaman, helikopter sempat melakukan pengisian bahan bakar avtur di Bandara Japura, Kabupaten Inhu, sebelum kembali menjalankan misi.

Langkah itu menunjukkan bahwa pemadaman karhutla melalui udara membutuhkan operasi berulang dan dukungan logistik yang memadai, terutama ketika titik kebakaran berada di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Di sisi lain, Satgas Karhutla Riau juga menghadapi persoalan berbeda di Kabupaten Kepulauan Meranti. Di Pulau Merbau, api sebelumnya telah dinyatakan padam berdasarkan pemantauan.

Namun, asap tipis kembali terlihat pada Senin. Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa proses pendinginan lahan belum sepenuhnya selesai atau masih terdapat bara yang berpotensi berkembang menjadi titik api baru.

"Alhamdulillah, hujan di Pulau Merbau. Karhutla padam. Kemarin dari pantauan sebenarnya sudah padam apinya, cuma hari ini terpantau masih muncul asap tipis," ujar Edy.

Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pemadaman tidak semata diukur dari hilangnya kobaran api.

Pendinginan lahan dan pemantauan pascapemadaman menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran kembali berkembang.

Untuk mengantisipasi munculnya kembali api di Pulau Merbau, Satgas Udara memanfaatkan peluang pertumbuhan awan dengan menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Menurut Edy, langkah tersebut dilakukan ketika kondisi atmosfer memungkinkan terbentuknya hujan.

Hasilnya, hujan turun di sebagian besar wilayah Pulau Merbau dan membantu membasahi area yang sebelumnya masih menyisakan asap.

"Kebetulan ada potensi awan, tim Satgas langsung bergerak melakukan OMC. Hasilnya, sebagian besar daerah di Pulau Merbau diguyur hujan," pungkasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Heli water boombing.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Karhutla Riau Belum Aman, Helikopter Water Bombing Dikerahkan ke Inhil dan Inhu
Kabut asap ganggu aktivitas belajar di Pekanbaru.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Kabut Asap Ganggu Sekolah di Pekanbaru, DPRD Dorong Opsi PJJ hingga Libur
GDS, tersangka karhutla di Pelalawan saat diamankan di Mapolsek Tapung Hulu.(foto: andi/halloriau.com)Jejak Api di Sekitar Pondok Bawa Polisi ke GDS, 1,5 Hektare Lahan Pelalawan Terbakar
Ketua PWI Riau, H Raja Isyam Azwar.(istimewa)Berita Akurat Kalah Cepat dari Konten Viral, PWI Riau Siapkan Forum Khusus
Calon Penghulu Labuhan Tangga Besar, Meswanto SPd.(foto: afrizal/halloriau.com)Dapat Nomor Urut 3, Meswanto Targetkan Perubahan dan Penguatan Ekonomi Desa Labuhan Tangga Besar
  Hearing Komisi I DPRD Pekanbaru dengan Puskesmas Umban Sari.(foto: mimi/halloriau.com)DPRD Pekanbaru Sorot Nasib Puskesmas Umban Sari Didenda Rp60 Juta, PLN Abaikan Pelayanan Masyarakat?
Pelantikan Ketua TP PKK Bangko.(foto: afirzal/halloriau.com)Bukan Sekadar Pelantikan, Bupati Rohil Tantang TP PKK dan Bunda PAUD Bangko Beri Dampak Nyata
Rapor merah BUMD di Riau.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Rapor Merah BUMD Riau: Kinerja SPR dan PIR Menurun
Senior Vice President of ZTE Zhang Wanchun, CTO of TM Forum George Glass, CTO of XLSMART Shurish Subbramaniam, James Zhang Senior Vice President of ZTE.(foto: istimewa)XLSMART Uji AI di Jaringan Aktif, Target Autonomous Network Level 4 Makin Nyata
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Siak, Heriyanto.BUMD Siak Dievaluasi, BSP Tampil sebagai Mesin Baru Pendongkrak PAD
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved