PEKANBARU - Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, resmi meluncurkan program satu Aparatur Sipil Negara (ASN) satu Rukun Warga (RW). Program ini menjadi upaya pemerintah kota untuk memperkuat pelayanan hingga ke tingkat lingkungan sekaligus memastikan data penerima bantuan sosial tetap akurat dan terbaru.
Sebagai langkah awal, program tersebut diterapkan di Kecamatan Binawidya dan Kecamatan Sail yang ditetapkan sebagai wilayah percontohan. Pelaksanaannya melibatkan kerja sama antara Pemerintah Kota Pekanbaru dan Badan Pusat Statistik (BPS) guna mendukung proses pendataan secara lebih terstruktur.
Agung menjelaskan, kehadiran ASN di setiap RW diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperbaiki validitas data bantuan sosial. Ia menilai, masih ditemukan sejumlah penerima bantuan yang sebenarnya sudah tidak memenuhi syarat, baik untuk bantuan dari APBD maupun APBN.
Menurutnya, kondisi tersebut terlihat pada program bantuan dari pemerintah pusat seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Ia menyebutkan, masih ada nama penerima yang tidak lagi berhak, bahkan ada yang sudah meninggal dunia namun tetap tercatat dalam daftar penerima.
"Dari laporan masyarakat, masih ada data penerima yang tidak sesuai. Karena itu, pembaruan data akan dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran," ujarnya.
Sementara itu, Asisten III Setdako Pekanbaru, Syamsuwir, mengatakan sebanyak 67 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu dilibatkan untuk mendukung program ini. Sebanyak 49 orang ditempatkan di Kecamatan Binawidya dan 18 orang di Kecamatan Sail.
Para PPPK tersebut akan melakukan pendataan langsung ke rumah warga dengan berkoordinasi bersama pengurus RT dan RW setempat. Data yang dikumpulkan nantinya dimasukkan ke dalam sistem informasi kewilayahan dan menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan serta pelayanan publik ke depan.
Program satu ASN satu RW ini diresmikan dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Binawidya yang digelar di halaman kantor camat, Kamis (12/2/2026) petang. Peluncuran ditandai dengan pemasangan rompi dan kartu identitas secara simbolis kepada perwakilan ASN, serta penyerahan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan.